Minggu, 15 November 2020

MK KOMUNIKASI PROFESIONAL DAN INFORMASI (TUGAS SOAL MODUL 1)

NAMA : WA ODE RAHMAWATI

NIM : C1F119054

MATKUL : KOMUNIKASI PROFESIONAL INFORMASI

          PEMBELAJARAN LATIHAN 1

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan berikut!

1. Mungkinkah manusia dapat hidup secara normal tanpa komunikasi? Jelaskan dan berikan contoh!

2. Apa yang disebut dengan tindakan komunikasi?

3. Berikan contoh-contoh tindakan komunikasi yang dilakukan secara verbal!

4. Berikan contoh-contoh tindakan komunikasi yang dilakukan secara nonverbal!

5. Apa perbedaan antara tindakan komunikasi langsung dan tindakan komunikasi tidak langsung? Berikan contoh!

6. Jelaskan beberapa kegunaan komunikasi dalam kehidupan manusia!

7. Berikan contoh peristiwa yang menggambarkan bahwa melalui komunikasi seseorang dapat mengubah sikap dan tingkah lakunya!

8. Berikan contoh peristiwa yang menggambarkan bahwa melalui komunikasi seseorang dapat menghilangkan atau mengurangi perasaan tegang dalam dirinya!

Jawab :

1. Tidak  karena komunikasi adalah  prasyarat kehidupan manuasia Karena tanpa komunikasi, interaksi antar manusia, baik secara perorangan, kelompok, ataupun organisasi tidak mungkin dapat terjadi. Dua orang dikatakan melakukan interaksi apabila masing-masing melakukan aksi dan reaksi.

Contohnya : Seorang bayi menangis di tengah malam. Ia baru berhenti menangis setelah disusui oleh ibunya

2. Yaitu Tindakan komunikasi dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, baik secara verbal (dalam bentuk kata-kata baik lisan dan/atau tulisan) ataupun nonverbal (tidak dalam bentuk kata-kata, misalnya gestura, sikap, tingkah laku, gambar, dan berbagai bentuk tanda lainnya yang mengandung arti). Tindakan komunikasi juga dapat dilakukan secara langsung ataupun tidak langsung.

3. Komunikasi Verbal adalah proses penyampaian pesan dalam bentuk lisan ataupun tulisan. Contoh : Guru yang sedang mengajar di kelas, chatting melalui komputer atau smartphone, rapat atau diskusi, menulis surat, dan sebagainya.

4. Contoh komunikasi nonverbal ialah menggunakan gerak isyarat, bahasa tubuh, ekspresi wajah dan kontak mata, penggunaan objek seperti pakaian, potongan rambut, dan sebagainya, simbol-simbol, serta cara berbicara seperti intonasi, penekanan, kualitas suara, gaya emosi, dan gaya berbicara.

5. komunikasi langsung adalah percakapan atau dialog secara langsung ditempat itu antara dua orang/lebih, con: seminar, pewawancara dengan narasumber, guru dengan murid yg sedang belajar mengajar.komunikasi tidak langsung yaitu komunikasi/percakapan antara dua orang/lebih melalui perantara, sep: menggunakan telepon, video call, atau bisa juga chattingan,dll.

6. Komunikasi berusaha menjembatani antara pikiran, perasaan, dan kebutuhan seseorang dengan dunia luarnya. Komunikasi membangun kontak-kontak manusia dengan menunjukkan keberadaan dirinya dan berusaha memahami kehendak, sikap dan perilaku orang lain. Komunikasi membuat cakrawala seseorang menjadi makin luas.

7. Keterbukaan adalah adanya kesediaan untuk membuka diri. Keterbukaan seseorang dalam komunikasi ditunjukkan oleh adanya pengungkapan informasi mengenai diri pribadi, kesediaan untuk bereaksi secara jujur atas pesan yang disampaikan orang lain, adanya “kepemilikan” dari perasaan dan pikiran, adanya kebebasan mengungkapkan perasaan dan pikiran, serta adanya tanggung jawab terhadap pengungkapan tersebut.

8. Dukungan dipahami sebagai lingkungan yang tidak mengevaluasi (descriptivenes). Dukungan dalam komunikasi ditunjukkan oleh kebebasan individu dalam mengungkapkan perasaannya, tidak malu, tidak merasa dirinya menjadi bahan kritikan. Individu dapat berfikir secara terbuka, mau menerima pandangan yang berasal dari orang lain, serta bersedia untuk mengubah diri jika perubahan dipandang perlu.


             PEMBELAJARAN LATIHAN 2

1. Jelaskan apa yang di maksud dengan komunikasi ! berikan tiga contoh devinisinya ?

2. Berikan contoh dalam kehidupan sehari-hari yang menunjukkan bahwa melalui komunikasi sesuatu yang tadinya hanya dimiliki satu orang, kemudian menjadi milik dua orang atau lebih!

3. Sebutkan enam karakteristik dari pengertian komunikasi!

4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan komunikasi sebagai suatu proses!

5.  Apakah komunikasi harus selalu dilakukan dalam bentuk/wujud perkataan? Berikan contoh!

6. Apakah para pelaku yang terlibat dalam komunikasi harus selalu hadir pada saat yang sama? Berikan contoh!

7. Apakah komunikasi selalu membutuhkan tempat yang sama? Berikan contoh!

8. Apakah dua orang yang berkomunikasi harus hadir pada saat atau waktu yang sama? Berikan contoh!

9. Jelaskan dan berikan contoh bahwa komunikasi adalah suatu proses transaksional!

10. Jelaskan perbedaan antara publisistik dan komunikasi!

Jawab :

1. Komunikasi adalah suatu proses melalui mana seseorang (komunikator) menyampaikan stimulus (biasanya dalam bentuk kata-kata) dengan tujuan mengubah atau membentuk perilaku orang-orang lainnya (khalayak) (Hovland, Janis, dan Kelley, 1995). dan Komunikasi adalah suatu kegiatan behubungan/kontak dengan orang lain baik secara langsung maupun tidak langsung. Contoh sarana komunikasi: surat, handphone, telegram, walkie-talkie, sosial media, dll. 

2. Contohnya itu kuminikasi keluarga. Tak lepas dari peran orang tua  yang sangat dominan kualitas komunikasi anak sangat di pengaruhu oleh sejauh mana orang tua  berkomunikasi kepadanya. Komunikasi akan sukses apa bila orang tua memiliki kredibilitas di mata anaknya begitu pulah komunikasi suami istri akan ekfetif bila keduanya telah saling percaya.

3. Enam karakteristik dan pengertian komunikasi sebagai berikut :

       1.Komunikasi adalah Suatu Proses

      2. Komunikasi adalah Upaya yang                        Disengaja serta MempunyaI Tujuan

      3. Komunikasi Menuntut Adanya                          Partisipasi dan Kerja Sama dari Para                Pelaku yang Terlibat

      4. Komunikasi bersifat simbolis

       5. Komunikasi bersifar tarnsaksional

       6. Komunikasi menembus faktor dan                   ruangan

4. Komunikasi adalah suatu proses ketika seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat penciptaan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat di mengerti oleh kedua belai pihak.

5. Iya, contohnya percakapan antara individu dengan saling bertatap muka . contoh ini merupakan contoh paling mudah dari bentuk komunikasi langsung. Apa bila ada seseorang melakukan percakapan dengan orang lain tampa  menggunakan bantuan pihak  ketiga atau jenis-jenis media komunikasi tertentu maka ini adalah contoh komunikasi yang bersiafat langsung.

6. Tidak karena para pelaku yang terlibat  kegiatan komunikasi akan berlangsung  baik apa bila pihak-pihak  yang berkominikasi [dua orang atau lebih] sama-sama ikut terlibat dan sama-sama mempunyai perhatian yang sama terhadap topik pesan yang di sampaikan.

7. Iya, contohnya seperti komunikasi bisnis. Komuni9kasi bisnis yaitu harus memiliki strategi komunikasi bisnis yang efektif dan baik yang di terapkan untuk setiap anggota kariawannya. Dalam pembukaan misalnya anda harus memetakan dan memberikan komunikasi yang jelas  tentang hak ases laporan  keuanggan dan proses  pencetatan pembukaan bisnis. 

8. Tidak karena di era moderen ini sudah ada peralatan yang bisah mempermudah dalam komunikasi yang dilakukan dalam jarak jauh. Contohnya hp, dengan hp orang bisah berkomunikasi tampa bertatap muka secara langsung.

9. Proses pengiriman dan penerimaan pesan yang langsung secara terus menerus dalam suatu episode komunikasi. Contonya : jika seseorang mengatakan “hallo” pada anda [hallo merupakan stimulus] dan anda terseyum, seyum anda itu respon dan jadilah transaksi.

10. Apabia publisistik lebih menitik beratkan  pada kegiatan dan efek politik maka komunikasi lebih menekankan pada kegiatan dan proses sosial. Sedangkan publisistik lebih dititikberatkan pada konteks peristiwa komunikasi antara seseorang/ sekelompok orang/ suatu organisasi dengan publik atau masyarakatat luas


          PEMBELAJARAN LATIHAN 3

untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan berikut!

1. Sejak kapan manusia diperkirakan sudah mengenal bahasa sebagai alat berkomunikasi?

2. Kapan alat cetak pertama yang sederhana ditemukan? Siapa penemunya?

3. Kapan alat mesin cetak hand press ditemukan? Oleh siapa?

4. Apa alat telekomunikasi yang pertama kali ditemukan? Kapan dan siapa penemunya?

5. Kapan telepon ditemukan? Siapa penemunya?

6. Kapan radio ditemukan? Siapa penemunya?

7. Kapan siaran TV komersial mulai ditayangkan?

8. Sebutkan beberapa jenis alat komunikasi yang dapat disebut sebagai alat komunikasi interaktif!

Jawab :

1. Everret M. Rogers (1986) dalam bukunya Communication Technology: The New Media in Society, antara lain menyebutkan bahwa sejarah komunikasi diperkirakan dimulai sejak sekitar 53.000 tahun sebelum Masehi (SM). Pada zaman ini yang disebut sebagai zaman Cro-Magnon,  diperkirakan bahasa sebagai alat berkomunikasi sudah dikenal

2. Gutenberg pada tanggal 15 agustus 1456. Bible yang di cetak sebanyak 200 jilid dianggap sebagai buku cetak tertua di dunia barat dan di percaya masih ada hingga kini. Penemuan ini berperan besar  terhadap upaya  membawa eropa keluar dari “masa kegelapan “.

3. Sekitar abad xv, muali ditemukan huruf-huruf lepas yang menjadi cikal bakal mesin cetak pertama dan di tahun 1440 di ceptakan mesin cetak pertama oleh Johannes genfleisch von Gutenberg jerman, yang lebih dikenal dengan nama Johannes Gutenberg.

4. Telegraf awal mula telepon. Saat menjadi professor di new York  university pada 1835, semuel morse menemukan bahwa sinyal biasa ditransmisikan melalui kabel.empat pulutahun sebelum penemuan telepon, pesan jarak jauh dikirim melalui alat ini  dengan memanfaatkan sinyal elektronik.

5. Umunya penemuan telepon lebih dikenal masyarakat adalah Alexander graham bell, tetapi sepertinya sejarah harus di tulis ulang karena adalah seorang imigran dari Firenze, kerajaan italiah yang bernama Antonio meucci yang telah menciptakan telepon pada tahun 1849 dan mematenkan hasil karyanya pada tahun 1871

6. Pada tahun 1897, Marconi mempersentasikan hasil penemuannya. Alat komunikasi dengan menggunakan sinyal tampa kabel yang mampu menjangkau jarak 19,3 km. itulah radio yang hingga saat ini dirasakan manfaatnya oleh kita.

7. Pada masa awal televise, kotak televise elektromekanik mulai secara komersial di jual dari tahun 1928 hingga 1934 di inggris, amerika serikat, dan rusia.

8. Beberapat jenis alat komunikasi yang dapat disebut sebagai alat komuniksi interaktif yaitu sebagai berikut :

           a. Surat kabar

           b. Telepon

           c. Poster

           d. Papan pengumuman

           e. Majalah organisasi

           f.  Surat kabar

           g.  Radio dan tv

           h.   Internet


             PEMBELAJARAN LATIHAN 4

Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan berikut!

1. Sejarah perkembangan ilmu komunikasi dapat dibagi dalam empat (4) periode. Sebutkan!

2. Apakah retorika berbeda dengan komunikasi? Jelaskan!

3. Sebutkan beberapa tokoh retorika pada zaman Yunani Kuno! Dan apa pokok-pokok pikirannya?

4. Kapan ilmu komunikasi mulai take off (tinggal landas)? Jelaskan mengapa!

5. Sebutkan tokoh-tokoh ilmuwan yang disebut sebagai the founding fathers ilmu komunikasi!

6. Mengapa Wilbur Schramm diberi julukan sebagai institutionalizer (yang melembagakan) ilmu komunikasi?

7. Sebutkan dua orang tokoh ilmuwan yang disebut sebagai "insinyur komunikasi"!

8. Kapan periode konsolidasi ilmu komunikasi terjadi? Mengapa disebut periode konsolidasi?

9. Kapan pendidikan komunikasi di Indonesia mulai diselenggarakan?

10. Sebutkan beberapa bidang spesialisasi pendidikan komunikasi yang dapat dipelajari pada masa sekarang ini!

JAWAB: 

1. Empat priode perkembangan ilmu komunikasi yaitu sbb:

       a. Priode tradisi retorika, 

       b. Priode pertumbuhan

       C. Priode konsulidasi

       d. Priode teknologi komunikasi

Ada pun perbedaan antara retorika dengan komunikasi dapat saya jelaskan yakninya:

2. Komunikasi ilah suatu  proses penyampaian informasi oleh pembicara  kepada pendengar secara logika  tampa memikirkan apakah  pengucapan kita itu sadah yang terbaik atau belumnya. Sedangkan  retorika lebih bersifat bagai mana cara kita mengungkapkan suatu informasi  tersebut sehingga mampu di pertanggung jawabkan , tidak hanya dengan logika tetapi lebih mempertimbangkan  bagai mana cara penyampainnya sehingga menjadi lebih menarik dan mudah di pahami oleh pendengar.  Jadi dapat saya simpulkan perbedaanya terletak pada proses  dan cara penyampaian informasi itu sendiri

3. Took- took retorika pada zaman yunani kuno sbb:

       a.  GEORGIAS [dari kaum sosialisasi]

Georgias adalah seorang guru retorika yang pertama. Iya membuka sekolah retorika yang mengajarkan dimensi  bahasa yang puitis dan tehnik berbicara impromptu [berbicara tampa persiapan]

        b. Protogoras 

Adalah seorang  yang menyatakan bahwa kemahiran  berbicara bukan untuk kemenangan melainkan demi keindahan bahasa

         c. Sokrates

Menyatakan bahwa retorika adalah demi kebenaran

         d. Isokrates

Isokrates mendirikan sekolah retorika pada tahun 931 SM dengan penekanan pada kata-kata  dalam susunan yang jerni  tapi tidak berlebi-lebihan  retakan anak yang seimbang dengan pergeseran suara dan gagasan yang lancer.

           e. Plato

Menut plato retorika penting sebagai model pendidikan, sarana mencapai kedudukan dalam pemerintahan, dan mempengaruhi rakyat.

            f. Aristoteles

Menurut aristoteles tujuan retorika adalah membuktikan maksud pembicaraan atau penampakkan pembuktian.

4. Sejak tahun 1960-an perkembangan ilmu komunikasi semakin komleksdan mengarah pada spesialisasi. Menurut rogers [1986] perkembangan studi komunikasi sebagai  suatu di siplen telah  mulai memasuki priode take off [ tinggal landasan] sejak tahun 1950.

5. Tokoh-tokoh ilmuan yang  di sebut sebagai the founding fathers yaitu sbb:

           a. Harold D. Lasswell

           b. Paul f. lazarsfeld

           c.  Carl hovland

           d.   Kurt lewin

 6.   karena beloh adalah ahli komunikasi yang gagap .

 7 .  dua tokoh ilmuan insyur komunikasi sbb:

                 1. Alexander graham bell

                  2. Leonard kleinrock

 8. priode setelah perang dunia ke 2 sampai tahun 1960-an di    sebut sebagai priode konsulidasi [delia, dalam berger dan chaffee, 1987]. Karena pada masa ini konsulidasi pendekatan ilmu komunikasi sebagai suatu ilmu pengetahuan sosial  yang bersifat multidisipliner [mencakup berbagai ilmu  mulai terjadi.

9. Di Indonesia semua penduduk wajib mengikuti program wajib belajar pendidikan dasar selam Sembilan tahun , enam tahun di sekolah dasar dan tigah tahun di sekolah menengah pertama . saat ini di indonrsia di atur melalu undang-undang no 20 tahun 2003tentang sistyem pendidikan nasional.

10   a. jurnalisme [journalism]

        b. public relations

        c. periklanan [advertising]

        d. kajian media [media studies]







Sabtu, 14 November 2020

MK KOMUNIKASI PROFESIONAL DAN INFORMASI ( SEJARAH KOMUNIKASI), TUGAS MID

                     KOMUNIKASI 

Komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu, mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik secara lisan (langsung) ataupun tidak langsung (melalui media). 

              SEJARAH KOMUNIKASI 

Komunikasi atau communicaton berasal dari bahasa Latin communis yang berarti 'sama'. Communico, communicatio atau communicare yang berarti membuat sama (make to common). Secara sederhana komuniikasi dapat terjadi apabila ada kesamaan antara penyampaian pesan dan orang yang menerima pesan. Oleh sebab itu, komunikasi bergantung pada kemampuan kita untuk dapat memahami satu dengan yang lainnya (communication depends on our ability to understand one another). pada mulanya komunikasi hanya merupakan upaya atau cara manusia menyampaikan ide, gagasan, kemauan, hasrat dan lain sebagainya, upaya tersebut hanya supaya manusia bisa saling berhubungan. Pada waktu itu, Komunikasi tidak dianggap sebagai sesuatu yang harus diberi perhatian, dikaji atau distrukturkan. 
         Namun, pada abad ke-5 sebelum masehi, di Yunani berkembang suatu ilmu yang mengkaji proses pernyataan antar manusia yang diberi nama retorika yang berarti seni berpidato dan beragumentasi yang bersifat menggugah atau seni yang menggunakan bahasa secara lancar untuk memengaruhi dan mengajak. Retorika mendapat pembahasan khusus bahkan beberapa pemikir itu menempatkan retorika sebagai hal penting dalam masyarakat dan pemerintahan.
          Pada perkembangan awal, batasan komunikasi yang dapat kita terapkan adalah percakapan atau penyampaian gagasan antar manusia secara lisan dan bertatap muka baik berupa pidato maupun diskusi, dengan tujuan mendidik, membangkitkan kepercayaan, dan menggerakkan perasaan orang lain.Komunikasi terus berkembang, tidak hanya menyampaikan gagasan melalui lisan.
        Pada zaman kekaisaran romawi, Julius Caesar membuat papan pengumuman yang dinamakan Acta Diurna. Penyampaian gagasan mengenai apa yang penting bagi masyarakat telah bertambah, dari sekadar lisan menjadi bentuk tulisan. Hal ini terus berkembang setelah ditemukannya kertas, penemuan mesin cetak, dan terbitnya surat kabar pertama [1]. Setelah surat kabar peradaban manusia juga berkembang dan ditemukanlah radio, film, televisi, dan sejumlah media lain. 
         Sejarah komunikasi sudah dikenal diperkirakan dimulai sejak sekitar 4000 tahun sebelum Masehi (sM), dan biasa disebut jaman Cro-Magnon. Baru sekitar tahun 22000 sM, para ahli pra-sejarah menemukan lukisan-lukisan dalam gua yang diperkirakan karya komunikasi manusia pada zaman tersebut.Menurut Rogers, sejarah perkembangan komunikasu dapat dibagi menjadi 4 era perubahan: 
• Era komunikasi tulisan, diperkirakan dimulai ketika bangsa Sumeria mulai mengenal kemampuan menulis dalam lembaran tanah liat sekitar 4000 tahun SM.

 • Era komunikasi cetakan, era ini dimulai sejak ditemukannya mesin cetak band-press oleh guttenberg dan john coster di jerman pada tahun 1456, dan kira-kira berlangsung selama 5000 tahun

 • Era komunikasi pada tahun 1844, Samuel morse menemukan alat telegraph yang pertama dan mengawali era telekomunikasi ini. 

• Era komunikasi interaktif, era komunikasi interaktif mulai terjadi pada pertengahan abad ke-19, dengan ditemukan Mainframe Computer ENIAC dengan 18000 vacuum tubes oleh para ahli dari universitas Pennsylvania di Amerika Serikat, pada tahun 1946. 

            SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU                                     KOMUNIKASI 
        
      Sejarah perkembangan ilmu komunikasi dibagi menjadi 4 periode:
 1. Periode Tradisi Rektorika, Aristoteles menyatakan bahwa retorika mencakup tiga unsure yang bertujuan untuk mempersuasi, yaitu: 
• Ethos (kredibilitas sumber) 
• Panthos (hal yang menyangkut emosi/perasaan), dan
• Logos (hal yang menyangkut fakta) Pokok-pokok pikiran ini kemudian dikembangkan lagi pleh Cicero dan Quintilian, dalam 5 aturan retorika unsure: 
• Invention (urutan argumentasi) 
• Disposition (pengaturan ide) 
• Eloqutio (gaya bahasa) 
• Memoria (ingatan) 
• Pronounciatio (cara penyampaian pesan)

2. Periode pertumbuhan: 1900-Perang Dunia II Ada beberapa perkembangan penting yang terjadi pada masa ini, seperti penemuan-penemuan teknologi komunikasi seperti telepon, telegraph, radio, TV, dan lain-lain. Dan perang Dunia I dan II juga pecah pada masa ini. 
       Secara umum bidang-bidang studi komunikasi yang berkembang pada periode ini diantaranyaperanan komunikasi dalam kehidupan sosial, komunikasi dan pendidikan, penelitian komunikasi komersial, dan lain-lain.
 3. Peiode Konsolidasi: PD II-1960-an pada periode setelah perang dunia II, kondolisasi dari pendekatan ilmu komunikasi sebagai suatu ilmu pengetahuan sosial bersifat multidisipliner mulai terjadi. Kristalisasi ilmu komunikasi ditandai oleh 2 hal pertama, adanya adopsi perbendaharaan istilah-istilah yang dipakai secara seragam. Kedua munculnya buku-buku dasar yang membahas tentang pengertian dan proses komunikasi.
 4. Periode Teknologi komunikasi: 1960-an , sejak tahun 1960-an perkembangan ilmu komunikasi semakin kompleks. Komunikasi sebagai suatu displin telah memasuki periode tinggal landas sejak tahun 1950. Periode masa sekarang juga disebut sebagai periode komunikasi dan informasi yang ditandai oleh beberapa faktor antara lain: - Ketergantungan terhadap situasi ekonomi dan politik global khususnya dalam konteks center periphery - Semakin luasnya proses demokratisasi ekonomi dan politik - Semakin gencarnya kegiatan pembangunan ekonomi di seluruh Negara. - Tumbuhnya industry media yang tidak hanya besifat nasional tapi juga regional dan global. - Kemajuan teknologi computer, VCR, TV kabel, dan alat-alat komunikasi jarak jauh lainnya. 

          SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU                          KOMUNIKASI DI INDONESIA. 
      
 Perkembangan ilmu komunikasi yang berkembang begitu pesat di Amerika Serikat, telah memberi pengaruh yang besar tehadap pendidikan komunikasi di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Disamping itu, pengaruh dari Eropa khususnya Jerman, juga tidak bisa diabaikan. Ini terbukti dari penggunaan istilah yang dulu banyak menggunakan kata Publisistik di beberapa perguruan tinggi indonesia, kemudian diganti namanya menjadi ilmu komunikasi. 

       Ilmu komunikasi bila dibandingkan dengan jurusan-jurusan lainya di lingkungan ilmu sosial dan ilmu politik, sebenarnya merupakan jurusan yang “tertua”. Sebutan jurusan ilmu komunikasi baru dikenal sekitar tahun 1970-an. Sementara sebelumnya populer dengan sebutan jurusan publisistik atau jurnalistik. Menurut laporan “perkembangan ilmu komunikasi di indonesia” yang di buat oleh tim ISTKI Semarang, ilmu komunikasi telah diajarkan pada akademik ilmu politik diyogyakarta pada tahun 1949. 
     Tahun 1950, Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada, diman penerangan menjadi salah satu jurusan yang ada di dalamnya. perguruan tinggi berikutnya yang menyelenggarakan pendidikan komunikasi adalah Perguruan Tinggi Jurnalistik di Jakarta yang didirikan pada tanggal 5 september 1953. Kini perguruan tinggi ini namanya telah berubah menjadi Instutut Imu Sosial dan Ilmu Politik yang memiliki Fakultas Ilmu Komunikasi. 
      Di Universitas Indonesia, pendidikan komunikasi telah dimulai sejak tahun 1959 dengan di bukanya jurusan publisistik pada Fakultas Hukum dan Ilmu Penagetahuan Kemasyarakatan. Dibukanya jurusan publisistik ini sekaligus merupakan awal dan munculnya Fakultas baru di Universitas Indonesia, yakni Fakultas Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan (IPK). Empat tahun kemudian sebutan fakultas IPK di ganti menjadi Fakutas Ilmu-Ilmu Sosial (FIS-UI), dan sejak tahun 1983 nama FIS-UI ini di ubah lagi menjadi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). 
          Perkmbangan ilmu komunikasi di indonesia sebenarnya mengikuti perkebangan trend dan minat mahasiswa yang cenderun makin meningkat dari tahun ke tahun. Begitu juga pelatihan-pelatihan, seminar-seminar, dan ceramah-ceramah tentang komunikasi makin banyak di minati masyarakat. Bahkan pendidikan yang tidak mengkhususkan ilmu komunikasi pun makin merasakan kebutuhan akan ilmu komunikasi untuk di ajarkan dan di berikan, baik sebagai kuliah pengantar maupun sebagai pelengkap untuk output sebagi tenaga-tenaga yang profesional. Selain di sektor pendidikan, seminar dan kajian riset, ilmu komunikasi juga di tunjukan untuk kepentingan kebijaksanaan dan pengambilan keputusan. Semua ini sebagai tanda makin banyaknya orang yang ingin mempelajari ilmu komunikasi. 

                     KESIMPULAN

Kita tidak akan bisa megetahui pasti kapan dan dimana sejarah komunikasi itu pertama kali lahir, tetapi dalam ajaran islam kita bisa menyimpulkan sejarah komunikasi pertama terjadi ketika Allah menciptakan Adam dan Hawa, yang di turunkan kebumi. karena tidak ada bukti nyata tentang sejarah komunikasi hanya gambar-gambar yang di tulis di dinding-dinding gua dan para ahli menyimpulkan itulah sejarah komunikasi pertama terjadi. Sedangkan Komunikasi merupakan proses penyampaian informasi dari komunikator kepada komunikan untuk mencapai suatu kesamaan pemahaman terhadap suatu hal. Tahapan-tahapannya yaitu pengirim pesan, simbol/isyarat, media, mengartikan pesan, penerima pesan, feedback dan gangguan. Perkembangan ilmu komunikasi di indonesia juga cukup cepat berkembang karena ilmu komunikasi merupakan kebutuhan setiap individu untuk dapat berinteraksi dengan yang lainya dan merupakan ilmu yang multi Disipliner.

Rabu, 18 Maret 2020

Definisi pengertian komunikasi menurut para ahli

                             


1. Everett M. Rogers
Beliau mengemukakan pendapatnya yaitu Komunikasi adalah suatu proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerimaan atau lebih dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka.
2. Rogers & O. Lawrence Kincaid
“Komunikasi merupakan suatu interaksi dimana terdapat dua orang atau lebih yang sedang membangun atau melakukan pertukaran informasi dengan satu sama lain yang pada akhirnya akan tiba dimana mereka saling memahami dan mengerti”.
3. Theodore M. Newcomb                   
Setiap bentuk komunikasi dipandang sebagai suatu transmisi informasi, yang terdiri dari rangsangan yang diskriminatif, dari sumber untuk penerima.
4. Murphy & Mendelson
Menurutnya Komunikasi merupakan suatu komunikaso untuk membangun & mempertahankan hubungan interpersonal.
5. Gerald R. Miller
Menurutnya Komunikasi terjadi saat satu sumber menyampaikan pesan kepada penerima dengan niat sadar untuk mempengaruhi perilaku mereka.
6. Raymond Ross
Menurutnya Komunikasi adalah proses menyortir, memilih, dan pengiriman simbol-simbol sedemikian rupa agar membantu penerima pesan membangkitkan respons/makna dari pemikiran yang serupa dengan yang dimaksudkan oleh komunikator.
7. William Albig
Menurutnya Komunikasi adalah proses pengoperan lambang yg berarti diantara individu-individu.
< Kompone-kompone komunikasi
1.Komunikator /Sumber/Pengirim Pesan (Communicator/Source/Sender)
Dalam proses komunikasi, yang menjadi sumber komunikasi adalah sender atau pengirim pesan. Komunikator adalah seseorang yang mengirimkan pesan. Terdapat beberapa faktor dalam diri komunikator yang menentukan efektivitas komunikasi yaitu sikap komunikator dan pemilihan berbagai simbol yang penuh makna. Yang 

dimaksud dengan sikap komunikator adalah bahwa komunikator harus memiliki sikap yang positif.
2. Pesan (Message)
Yang dimaksud dengan pesan adalah informasi yang akan kita kirimkan kepada komunikate/penerima pesan/khalayak sasaran. Pesan yang kita kirimkan dapat berupa pesan-pesan verbal maupun pesan nonverbal. Agar pesan menjadi efektif, maka komunikator harus memahami sifat dan profil komunikate/penerima pesan/khalayak sasaran, kebutuhan khalayak sasaran, serta harapan dan kemungkinan respon yang diberikan oleh komunikate/penerima pesan/khalayak sasaran terhadap pesan yang dikirimkan.
                                              
3. Encoding
Encoding adalah proses mengambil pesan dan mengirim pesan ke dalam sebuah bentuk yang dapat dibagi dengan pihak lain. Informasi yang akan disampaikan harus dapat di-encode atau dipersiapkan dengan baik. Sebuah pesan harus dapat dikirimkan dalam bentuk dimana komunikate/penerima pesan/khalayak sasaran mampu melakukan decode atau pesan tidak akan dapat dikirimkan.
Untuk dapat melakukan encode sebuah pesan, maka kita sebagai komunikator harus memikirkan apa yang komunikate/penerima pesan/khalayak sasaran butuhkan agar dapat memahami atau melakukan decode sebuah pesan. Kita harus menggunakan bahasa yang dapat dengan mudah dimengerti dan konteks yang dikenal baik oleh komunikate/penerima pesan/khalayak sasaran. Orang yang melakukan encode disebut dengan encoder.
4. Media atau Saluran Komunikasi (Channel)
Media atau saluran komunikasi adalah media atau berbagai media yang kita gunakan untuk mengirimkan pesan. Jenis pesan yang kita miliki dapat membantu kita untuk menentukan media atau saluran komunikasi yang akan kita gunakan. Yang termasuk ke dalam media atau saluran komunikasi adalah kata-kata yang diucapkan, kata-kata yang tercetak, media elektronik, atau petunjuk nonverbal.
5. Decoding
Decoding terjadi ketika komunikate/penerima pesan/khalayak sasaran menerima pesan yang telah dikirimkan. Dibutuhkan keterampilan komunikasi untuk melakukan decode sebuah pesan dengan baik, kemampuan membaca secara menyeluruh, mendengarkan secara aktif, atau menanyakan atau mengkonfirmasi ketika dibutuhkan.
Jika sebagai komunikator kita menemui orang yang mengalami kesulitan atau kelemahan dalam keterampilan komunikasi, maka kita perlu untuk mengirim ulang pesan dengan cara berbeda. Atau, kita dapat membantu komunikate/penerima pesan/khalayak sasaran untuk memahami pesan dengan cara memberikan
informasi tambahan yang bersifat menjelaskan atau mengklarifikasi. Orang yang menerima pesan disebut dengan decoder.
6. Komunikate/Penerima pesan (Communicatee/Receiver)
Komunikasi tidak akan terjadi tanpa kehadiran komunikate/penerima pesan. Ketika komunikate/penerima pesan menerima sebuah pesan, maka ia akan menafsirkan pesan, dan memberikan makna terhadap pesan yang diterima. Komunikasi dapat dikatakan berhasil manakala komunikate/penerima pesan/ menerima pesan sesuai dengan apa yang diinginkan oleh komunikator.
7. Umpan Balik (Feedback)
Apapun media atau saluran komunikasi yang digunakan untuk mengirimkan pesan, kita dapat menggunakan umpan balik untuk membantu kita menentukan sukses tidaknya komunikasi yang kita lakukan. Jika kita berada dalam komunikasi tatap muka dengan komunikate/penerima pesan, maka kita dapat membaca bahasa tubuh dan memberikan pertanyaan untuk memastikan pemahaman. Jika kita berkomunikasi secara tertulis maka kita dapat mengetahui sukses tidaknya komunikasi melalui respon atau tanggapan yang kita peroleh dari komunikate/penerima pesan.
Dalam beberapa kasus, umpan balik memiliki peran yang tak ternilai dalam membantu kita sebagai komunikator untuk memperbaiki keterampilan komunikasi. Kita dapat belajar apa yang berjalan dengan baik dan apa yang tidak sehingga kita dapat berlaku secara efisien ketika kita melakukan komunikasi di lain waktu.
8. Konteks (Context)
Yang dimaksud dengan konteks dalam proses komunikasi adalah situasi dimana kita melakukan komunikasi. Konteks dapat berupa lingkungan dimana kita berada dan dimana komunikate/penerima pesan berada, budaya organisasi, dan berbagai unsur atau elemen seperti hubungan antara komunikator dan komunikate. Komunikasi yang kita lakukan dengan rekan kerja bisa jadi tidak sama jika dibandingkan dengan ketika kita berkomunikasi dengan atasan kita. Sebuah konteks dapat membantu menentukan gaya kita berkomunikasi.
9. Gangguan (Noise)
Dalam proses komunikasi, gangguan atau interferensi dalam proses encode atau decode dapat mengurangi kejelasan komunikasi. Gangguan dalam proses komunikasi dapat berupa gangguan fisik seperti suara yang sangat keras, atau perilaku yang tidak biasa. Gangguan dalam proses komunikasi juga dapat berupa gangguan mental, gangguan psikologis, atau gangguan semantik. Dalam proses komunikasi, gangguan dapat berupa segala sesuatu yang dapat mengganggu dalam proses penerimaan, penafsiran, atau penyediaan umpan balik tentang sebuah pesan.
10. Efek (Effect)

Yang dimaksud dengan efek dalam proses komunikasi adalah pengaruh atau dampak yang ditimbulkan komunikasi yang dapat berupa sikap atau tingkah laku komunikate/penerima pesan. Komunikasi dapat dikatakan berhasil apabila sikap serta tingkah laku komunikate/penerima pesan sesuai dengan apa yang diinginkan oleh komunikator. Namun, apabila efek yang diharapkan oleh komunikator dari komunikate/penerima pesan tidak sesuai maka dapat dikatakan komunikasi menemui kegagalan.
Sifat-sifat Komunikasi :
Komunikasi dibedakan berdasarkan sifatnya :
1. Komunikasi Tatap Muka (face to face communication)
Komunikasi tatap muka digunakan apabila kita ingin efek perubahan tingkah laku (behavior change) dari komunikan melalui komunikasi tatap muka kita bisa memperoleh umpan balik langsung (immediate feedback).
2. Komunikasi Bermedia (mediated communication)
Komunikasi bermedia digunakan untuk memengaruhi atau mengubah sikap dan opini publik. Kelemahan komunikasi bermedia ialah memiliki daya persuasif yang relatif rendah & efeknya tidak bisa langsung diterima. Kekuatannya ialah mampu menjangkau dalam jumlah besar dan wilayah yang luas.

Prinsip-prinsip komunikasi:

·                     Sekumpulan dari Isyarat
Dalam melakukan komunikasi, kita juga membawa dan melakukan serangkaian isyarat. Isyarat ini dapat berupa ucapan verbal, yaitu kata-kata yang keluar dari mulut; maupun non-verbal yang biasanya berupa isyarat tubuh. Kedua jenis isyarat ini merupakan paket yang tak terpisahkan, karena kita tidak dapat menyampaikan atau menerima pesan hanya dari salah satu isyarat saja.
·                     Proses Penyesuaian
Untuk dapat memahami pesan yang disampaikan, manusia melakukan penyesuaian makna terhadap isyarat yang digunakan. Makna dari pesan dapat terpahami jika masing-masing pihak, baik pengirim maupun penerima pesan, memiliki sistem isyarat yang sama. Dengan artian, kita akan kesulitan memahami makna dari pesan jika kita memiliki sistem isyarat yang berbeda dengan pemberi pesan.

·                     Melibatkan Transisi Simetris dan Komplementer
Transaksi simetris berarti si pemberi dan pennerima pesan berlaku layaknya cermin bagi satu sama lain. Sedangkan hubungan komplementer sebaliknya, dimana masing-masing pihak memilliki perilaku yang berbeda. Proses komunikasi bisa merupakan salah satu dari transisi ini, atau bahkan gabungan dari keduanya.
Di satu waktu, masing-masing pihak berlaku seperti cermin yang melakukan tindakan sama. Misalnya, pemberi pesan menyampaikan pesan dengan tersenyum, dan si penerima pesan refleks ikut tersenyum juga. Namun bisa juga setelahnya, keduanya melakukan tindakan yang berlainan ketika tidak ditemukan kesamaan pemahaman pesan.
·                     Mencakup Dimensi Isi dan Hubungan
Proses komunikasi melibatkan dimensi isi pesan dan hubungan antara pemberi serta penerima pesan. Misalnya, atasan berkata pada bawahannya seperti ini, “Periksa laporan bulan kemarin.” Sedangkan bawahan berkata kepada atasannya seperti ini, “Tolong diperiksa laporan bulan kemarin.” Kedua kalimat itu memiliki isi pesan yang sama, yaitu meminta pihak satunya untuk memeriksa laporan.
·                     Tak Dapat Terhindarkan
Bagaimanapun juga, kita tidak dapat menghindar dari komunikasi. Seperti yang telah diulas sebelumnya bahwa berbicara dengan diri sendiri pun termasuk komunikasi. Selain itu, meskipun kita diam tidak berbicara, raut wajah dan gestur tubuh kita menyampaikan pesan komunikasi pada orang lain. Misalnya raut wajah kita tidak enak, orang lain dapat menafsirkan pesan itu bahwa kita sedang marah atau badmood.
·                     Proses Transaksional
Komunikasi merupakan proses transaksional, dimana elemen-elemen di dalamnya saling berkaitan satu sama lain. Ketika ada orang yang menyampaikan pesan baik sengaja atau tidak, kita secara refleks bereaksi terhadap pesan itu. Meskipun reaksi itu hanya sekedar persepsi yang terbentuk di kepala kita, itu kemudian menjadi respon terhadap pesan dan orang yang memberikan pesan itu.
·                     Rangkaian Proses yang Berkelanjutan
Dalam berkomunikasi, kita tidak menyatakan : “Saya mulai, ya.” dan “Saya akhiri komunikasi saya.” Tidak ada batasan yang jelas mengenai awal dan akhir dari komunikasi. Komunikasi merupakan proses yang berjalan terus-menerus seperti lingkaran, tidak ada awal dan akhir. (Baca juga: Komunikasi Massa)
·                     Tidak Dapat Dibatalkan
Apapun yang kita komunikasikan, kita tidak dapat membatalkan atau menarik pesan yang disampaikan. Meski itu tidak sengaja, namun begitu kita menyampaikan pesan maka pesan itu akan sampai ke penerima pesan dan dicerna serta dipahami sesuai dengan persepsi dan pemahamannya pada makna pesan. Kita hanya dapat merevisi, atau mengoreksi pesan yang sekiranya kita anggap tidak tepat. Karenanya perlu berhati-hati dalam menyampaikan pesan karena pesan itu tidak dapat dihapus atau dibatalkan.
Karakteristik Komunikasi:
Komunikasi adalah suatu proses, Komunikasi merupakan serangkaian tindakan atau peristiwa yang terjadi secara berurutan Komunikasi adalah upaya yang disengaja dan punya tujuan  (dilakukan dalam keadaan sadar) Komunikasi menuntut adanya partisipasi dan kerjasama dari para pelaku yang terlibat. Aktifitas komunikasi akan berlangsung dengan baik, apabila pihak-pihak yang terlibat berkomunikasi. Komunikasi bersifat simbolis, Komunikasi pada dasarnyamerupakan tindakan yang dilakukan dengan menggunakan lambang-lambang. Komunikasi bersifat transaksional, Komunikasi pada dasarnya menuntut dua tindakan; memberi dan menerima. Komunikasi menembus faktor ruang dan waktu Komunikasi menembus faktor waktu dan ruang maksudnya bahwa para peserta atau pelaku yang terlibat dalam komunikasi tidak harus hadir pada waktu serta tempat yang sama.Saluran komunikasi adalah alat melalui mana sumber komunikasi menyampaikan pesan-pesan (messages) kepada penerima (receiver). Saluran ini dianggap sebagai penerus/penyampai pesan yang berasal dari sumber informasi kepada tujuan informasi.komunikasi dari mulut ke mulut yang terjadi dalam interaksi tatap muka antara beberapa pribadi disebut sebagai komunikasi antarpribadi. Dalam komunikasi antarpribadi, yang menjadi saluran maupun sumber komunikasi adalah pemrakarsa komunikasi. Saluran mass media adalah semua alat penyampai pesan-pesan yang melibatkan mekanisme untuk mencapai audience yang luas dan tak terbatas. Surat kabar, radio, film, dan televise merupakan alat yang memungkinkan sumber informasi menjangkau audience dalam jumlah yang besar dan tersebar luas. Karakteristik yang membedakan proses komunikasi antarpribadi dengan proses komunikasi massa dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Pilihan terhadap penggunaan saluran komunikasi banyak bergantung pada maksud dan tujuan komunikasi. Hasil penelitian membuktikan bahwa mass media akan berperan secara efektif dalam merubah pendapat (misalnya, menambah pengetahuan), sedangkan komunikasi antar pribadi umunya lebih efektif dalam merubah sikap. Pesan-pesan melalui mass media memang kurang kuat dalam merubah sikap, kecuali kalau pesan-pesan tersebut justru memperkuat nilai-nilai dan kepercayaan (belief) audience,
sedangkan pesan-pesan yang bertentangan akan disaring audience melalui tingkat selectivitas mereka. Mekanisme selectivitas senantiasa terjadi baik pada komunikasi antar pribadi maupun pada komunikasi massa, hanya pada komunikasi massa tampaknya mekanisme ini lebih berperan. Saluran komuikasi yang tepat akan dipilih berdasarkan tujuan dari sumber komunikasi serta pesan yang akan disampaikan pada audience. Seringkali melalui pemanfaatan pel-bagai jenis mass media dan penggabungannya dengan aluran komunikasi antara audience dalam jumlah besar dan mengharapkan suatu perubahan yang meluas.
Komunikasi tatap muka adalah suatu bentuk komunikasi yang mempertemukan secara tatap muka pihak komunikator dan komunikan. Pesan disampaikan secara langsung dari komunikator, dan secara langsung dapat langsung menerima umpan balik/feedback dari komunikan. Keuntungan menggunakan komunikasi interpersonal tatap muka adalah kita dapat melihat respon balik atau umpan balik komunikan saat melakukan proses interaksi. Jika umpan balik yang diberikan bersifat positif, maka kita pesan kita dapat diterima dengan baik oleh komunikasn. Sebaliknya bila respon bersifat negative, maka kita sebagai komunikator harus memperbaiki cara penyampaian pesan yang dimaksud. Kelemahan dari komunikasi tatap muka adalah ketidak efektifan waktu. Komunikator dan komunikan harus bertemu dalam melakukan proses komunikasi dan menghabiskan waktu bersama di sebuah tempat. Memang, sebenarnya komunikasi tatap muka dapat menjadi lebih efektif bila melakukan hal melobby yang biasa dilakukan oleh para pimpinan perusahaan dengan pimpinan perusahaan lainnya.
Komunikasi Interaktif adalah Komunikasi mengalami banyak perkembangan sejak zaman manusia purba. Perkembangan tersebut akhirnya sampai kepada masa era komunikasi modern seperti yang marak digunakan masyakarat, yakni komunikasi interaktif. Definisi komunikasi interaktif itu sendiri adalah penyampaian pesan dari sumber pesan tersebut kepada penerima pesan melalui media tertentu, serta penerima pesan mampu memberikan feed back secara langsung. Dengan feed back yang diberikan secara langsung, maka akan terjadi interaksi antara pemberi dan penerima pesan. Hal ini yang dilihat sebagai perkembangan komunikasi yang modern yaitu melakukan komunikasi tanpa tatap muka. Tentu saja komunikasi seperti ini didukung dengan perkembangan pesat media yang dipakai. Era komunikasi modern ini tentu telah mengalami berbagai perubahan. Komunikasi interaktif ini berawal dari penemuan-penemuan media untuk melakukan komunikasi. Dari komunikasi verbal dan nonverbal yang secara langsung diubah melalu media. Penemuan telegram menjadi titik awal interaksi tanpa tatap muka. Semakin lama muncul teknologi komunikasi yang modern seperti televisi, radio dan komputer. Televisi dan radio pada mulanya tidak dapat melakukan interaksiantara pemberi pesan dan penerima pesan. Komputer pada mulanya pun hanya dipergunakan untuk mempermudah pekerjaan manusia, bukan untukmelakukan interaksi. Teknologi pun semakin berkembang. Komputer pun memiliki fungsi untuk melakukan interaksi. Kemunculan internet menjadi titik awal kemajuan komputer yang mampu menjadi sarana interaksi manusia. Messenger seperti Yahoo Messenger, MSN, Skype dan lain-lain mulai bermunculan. Tak hanya dari perkembangan komputer, televisi dan radio pun mulai memiliki teknologi tersendiri untuk memfasilitasi interaksi manusia. SMS Interaktif contohnya. Dalam sebuah acara dialog interaktif, audiens dapat langsung memberikan respons terhadap topik yang sedang dibicarakan. Tidak hanya audiens, narasumber pun dapat berdialog dengan narasumber yang lain meskipun tidak saling tatap muka. Masih banyak contoh lain yang membuktikan bagaimana perkembangan komunikasi interaktif kian inovatif.
Konsep yang mendasari komunikasi interaktif sebenarnya adalah pengembangan dari konsep komunikasi massa. Komunikasi massa adalah proses dimana pemberi pesan menggunakkan media untuk menyampaikan pesan. Hal ini tentu sama dengan konsep dasar komunikasi interaktif. Namun terdapat perbedaan diantara keduanya. Komunikasi massa memiliki konsep dimana sumber pesan adalah lembaga seperti televisi dan radio, namun sumber pesan dalam komunikasi interaktif tidak selalu lembaga. Jika konteks komunikasi interaktif itu adalah komunikasi antar pribadi, sudah pasti sumber pesan adalah individu. Perbadaan yang paling terlihat adalah ada tidaknya umpan balik. Komunikasi massa pada mulanya tidak dapat melakukan interaksi. Televisi dan radio pada jaman dahulu hanya memberikan komunikasi satu arah. Seiring berjalannya perkembangan teknologi, komunikasi massa mulai memfasilitasi audiens untuk memberikan feed back meskipun masih terbatas. Sedangkan komunikasi interaktif tentu saja dapat melakukan interaksi jauh lebih leluasa melalui media. Sehingga bisa dilihat bagaimana konsep komunikasi interaktif adalah pengembangan dari komunikasi massa.
Komunikasi modern ini tentu saja memiliki peran dalam masyarakat. Komunikasi interaktif yang memiliki banyak kemudahan tentu saja memberikan banyak manfaat pula. Masyarakat tidak perlu menempuh jarak yang jauh hanya untuk melakukan interaksi. Teknlogi yang semakin berkembang pun semakin mempermudah pekerjaan manusia. Contohnya saja jika kita sebagai mahasiswa ingin mengerjakan tugas tanpa bertatap muka, kita dapat memakai teknologi messenger. Komunikasi interaktif pun memiliki peran sebagai sarana masyarakat untuk menanggapi apa yang sedang diberitakan dalam media massa. Televisi dan radio memberikan sarana seperti pesan singkat, telepon atau bahkan melalui jejaring sosial untuk audiens yang ingin memberikan respons. Mungkin dalam media cetak belum dapat melakukan umpan balik secara langsung, namun media cetak pun memfasilitasinya melalui kolom surat pembaca.Sebenarnya peran komunikasi interaktif benar-benar sangat menguntungkan masyarakat, namunsering kali komunikasi interaktif membawa efek negatif. Contoh, jika dalam pekerjaan. Segala sesuatu hal disampaikan lewat e-mail. Sehingga jarang terjadi pertemuan tatap muka yang mengakibatkan kurangnya komunikasi antar pribadi secara lebih dalam. Dengan begitu peluang untuk terjadinya salah persepsi dalam komunikasi rentan terjadi.  Terkadang makna yang ingin disampaikan dengan makna yang ditangkap terdapat perbedaan. Komunikasi secara langsung tentu lebih mempermudah menyamakan makna. Meskipun terdapat kelemahan, komunikasi interaktif tetap diminati dan semakin berkembang. Faktor lebih efisien dan efektif menjadi penyebabnya. Di Indonesia sendiri komunikasi interaktif memang sudah berkembang. Masyarakat sudah banyak menggunakkan teknologi yang mampu mengaplikasikan komunikasi interaktif. Membuat janji dengan seseorang melalui e-mail bukanlah hal yang jarang dilakukan. Dalam perusaahan, atasan sering kali memberikan pengumuman kepada bawahan lewat e-mail. Messenger pun dipakai oleh berbagai kalangan. Dari orang tua sampai anak muda sering menggunakkannya untuk berkomunikasi dengan orang yang jauh. Televisi pun sering menggunakkan teknologi seperti jejaring sosial untuk menjaring pendapat audiens. Dalam dialog interaktif pun sering menggunakkan media agar terbentuk sebuah komunikasi dua arah.
jelaskan beberapa fungsi komunikasi:
§ Fungsi Komunikasi Sebagai Informasi
Komunikasi di harapkan dapat memberikan imformasi yang dibutuhkan oleh seorang individu atau kelompok tertentu.
Informasi yang didapatkan guna menjadi dasar atau landasan dalam mengambil, meneruskan keputusan berdasarkan data yang di peroleh
§ Fungsi komunikasi Sebagai Pengendali
Fungsi sebagai kendali artinya informasi yang di peroleh dalam kegiatan komunikasi berguna dalam mengendalikan dan mengatur sifat dan tingkah laku seseorang baik ketika dia sendiri atau dalam kehidupan berkelompok.

§ Fungsi Komunikasi Sebagai motivasi
Pernah tidak ketika kita mendengar atau menyaksikan keberhasilan seseorang, kemudian kita ingin mencapai keberhasilan tersebut.
Dalam hal itulah komunikasi bisa berfungsi sebagai motivasi. Namun dalam kenyataanya motivasi yang di timbulkan bisa kearah posistif atau negatif. Tergantung dari informasi yang dihasilkan dari proses komunikasi yang terjadi.
Tujuan komunikasi:
Berikut beberapa tujuan komunikasi, mengapa komunikasi harus di pelajari karena untuk mencapai tujuan tujuan tertentu.
Komunikasi bertujuan agar informasi atau pesan yang disampaikan oleh komunikator sebagai pengirim pesan bisa di pahami oleh receifer1.                     sebagai komunikan. Maka dari itu komunikator harus bisa menyampaikan dengan jelas dan detail tentang informasi yang disampaikan
2.                     Komunikasi mempunyai tujuan agar pesan bisa memberikan pemahaman kepada orang lain. Dengan seseorang menyampaikan informasi sebagai isi komunikasi, di harapkan individu lain bisa paham dengan pesan yang disampaikan.
3.                     Komunikasi bertujuan agar pendapat seseorang dapat di terima oleh individu lain atau khalayak umum. Di terimanya informasi yang disampaikan harus melalui pendekatan husus, salahsatunya pendekatan persuasif.
4.                     Komunikasi bertujuan menggerakan individu atau masa dengan pesan yang terkandung dalam komunikasi tersebut
Pengeretian komunikasi yang etfektif:
Menyelesaikan masalah lebih cepat
Ketika didapati sebuah masalah maka biasanya selalu ada diskusi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Apabila orang-orang yang terlibat tidak dapat saling berkomunikasi secara efektif, maka akan lebih susah untuk mengerti maksud dari pembicaraan. Dampaknya adalah lebih sulit untuk mencari akar permasalahan yang akhirnya membutuhkan waktu lebih lama untuk menemukan solusinya.

Meningkatkan produktivitas
Semakin besar perusahaan maka semakin kompleks pula struktur organisasinya dan cara komunikasi antar karyawan. Contoh dalam perusahaan teknologi apabila komunikasi antara project manager dengan anggota tim teknis yang lain tidak efektif, bayangkan saja berapa lama waktu tidak produktif yang harus dihabiskan hanya untuk membuat para teknisi mengerti apa yang dimaksud oleh project manager. Jadi semakin efektif komunikasinya maka semakin cepat orang lain mengerti apa yang dibicarakan sehingga eksekusi pun lebih cepat.

Hubungan kerjasama yang lebih baik
Suatu bisnis akan berkembang lebih cepat apabila terjalin kerjasama dengan pihak lain. Contoh katakanlah ada usaha toko roti yang ingin meningkatkan jumlah produksi per harinya. Pastinya untuk memenuhi kebutuhan bahan baku roti tersebut apabila hanya membeli eceran seperti biasa pasti biaya yang dikeluarkan akan semakin mahal. Berbeda halnya apabila melakukan kerjasama dengan pemasok yang akhirnya mendapatkan harga spesial yang pastinya akan lebih menghemat pengeluaran.
Meningkatkan kesan profesional
Ketika kita berkomunikasi dengan orang lain secara efektif, maka orang tersebut akan nyaman selama berbicara dengan kita. Hal ini juga akan menimbulkan kesan bahwa kita orang yang profesional karena orang yang diajak bicara dapat mengerti maksud pembicaraan dengan mudah.
              
Referensi :
pakarkomunikasi. com
kompasiana. com
aldotriasmoro. com
kimsunda. com
  

MK KOMUNIKASI PROFESIONAL DAN INFORMASI (TUGAS SOAL MODUL 1)

NAMA : WA ODE RAHMAWATI NIM : C1F119054 MATKUL : KOMUNIKASI PROFESIONAL INFORMASI           PEMBELAJARAN LATIHAN 1 Untuk memperdalam pemaham...