Rabu, 18 Maret 2020

Definisi pengertian komunikasi menurut para ahli

                             


1. Everett M. Rogers
Beliau mengemukakan pendapatnya yaitu Komunikasi adalah suatu proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerimaan atau lebih dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka.
2. Rogers & O. Lawrence Kincaid
“Komunikasi merupakan suatu interaksi dimana terdapat dua orang atau lebih yang sedang membangun atau melakukan pertukaran informasi dengan satu sama lain yang pada akhirnya akan tiba dimana mereka saling memahami dan mengerti”.
3. Theodore M. Newcomb                   
Setiap bentuk komunikasi dipandang sebagai suatu transmisi informasi, yang terdiri dari rangsangan yang diskriminatif, dari sumber untuk penerima.
4. Murphy & Mendelson
Menurutnya Komunikasi merupakan suatu komunikaso untuk membangun & mempertahankan hubungan interpersonal.
5. Gerald R. Miller
Menurutnya Komunikasi terjadi saat satu sumber menyampaikan pesan kepada penerima dengan niat sadar untuk mempengaruhi perilaku mereka.
6. Raymond Ross
Menurutnya Komunikasi adalah proses menyortir, memilih, dan pengiriman simbol-simbol sedemikian rupa agar membantu penerima pesan membangkitkan respons/makna dari pemikiran yang serupa dengan yang dimaksudkan oleh komunikator.
7. William Albig
Menurutnya Komunikasi adalah proses pengoperan lambang yg berarti diantara individu-individu.
< Kompone-kompone komunikasi
1.Komunikator /Sumber/Pengirim Pesan (Communicator/Source/Sender)
Dalam proses komunikasi, yang menjadi sumber komunikasi adalah sender atau pengirim pesan. Komunikator adalah seseorang yang mengirimkan pesan. Terdapat beberapa faktor dalam diri komunikator yang menentukan efektivitas komunikasi yaitu sikap komunikator dan pemilihan berbagai simbol yang penuh makna. Yang 

dimaksud dengan sikap komunikator adalah bahwa komunikator harus memiliki sikap yang positif.
2. Pesan (Message)
Yang dimaksud dengan pesan adalah informasi yang akan kita kirimkan kepada komunikate/penerima pesan/khalayak sasaran. Pesan yang kita kirimkan dapat berupa pesan-pesan verbal maupun pesan nonverbal. Agar pesan menjadi efektif, maka komunikator harus memahami sifat dan profil komunikate/penerima pesan/khalayak sasaran, kebutuhan khalayak sasaran, serta harapan dan kemungkinan respon yang diberikan oleh komunikate/penerima pesan/khalayak sasaran terhadap pesan yang dikirimkan.
                                              
3. Encoding
Encoding adalah proses mengambil pesan dan mengirim pesan ke dalam sebuah bentuk yang dapat dibagi dengan pihak lain. Informasi yang akan disampaikan harus dapat di-encode atau dipersiapkan dengan baik. Sebuah pesan harus dapat dikirimkan dalam bentuk dimana komunikate/penerima pesan/khalayak sasaran mampu melakukan decode atau pesan tidak akan dapat dikirimkan.
Untuk dapat melakukan encode sebuah pesan, maka kita sebagai komunikator harus memikirkan apa yang komunikate/penerima pesan/khalayak sasaran butuhkan agar dapat memahami atau melakukan decode sebuah pesan. Kita harus menggunakan bahasa yang dapat dengan mudah dimengerti dan konteks yang dikenal baik oleh komunikate/penerima pesan/khalayak sasaran. Orang yang melakukan encode disebut dengan encoder.
4. Media atau Saluran Komunikasi (Channel)
Media atau saluran komunikasi adalah media atau berbagai media yang kita gunakan untuk mengirimkan pesan. Jenis pesan yang kita miliki dapat membantu kita untuk menentukan media atau saluran komunikasi yang akan kita gunakan. Yang termasuk ke dalam media atau saluran komunikasi adalah kata-kata yang diucapkan, kata-kata yang tercetak, media elektronik, atau petunjuk nonverbal.
5. Decoding
Decoding terjadi ketika komunikate/penerima pesan/khalayak sasaran menerima pesan yang telah dikirimkan. Dibutuhkan keterampilan komunikasi untuk melakukan decode sebuah pesan dengan baik, kemampuan membaca secara menyeluruh, mendengarkan secara aktif, atau menanyakan atau mengkonfirmasi ketika dibutuhkan.
Jika sebagai komunikator kita menemui orang yang mengalami kesulitan atau kelemahan dalam keterampilan komunikasi, maka kita perlu untuk mengirim ulang pesan dengan cara berbeda. Atau, kita dapat membantu komunikate/penerima pesan/khalayak sasaran untuk memahami pesan dengan cara memberikan
informasi tambahan yang bersifat menjelaskan atau mengklarifikasi. Orang yang menerima pesan disebut dengan decoder.
6. Komunikate/Penerima pesan (Communicatee/Receiver)
Komunikasi tidak akan terjadi tanpa kehadiran komunikate/penerima pesan. Ketika komunikate/penerima pesan menerima sebuah pesan, maka ia akan menafsirkan pesan, dan memberikan makna terhadap pesan yang diterima. Komunikasi dapat dikatakan berhasil manakala komunikate/penerima pesan/ menerima pesan sesuai dengan apa yang diinginkan oleh komunikator.
7. Umpan Balik (Feedback)
Apapun media atau saluran komunikasi yang digunakan untuk mengirimkan pesan, kita dapat menggunakan umpan balik untuk membantu kita menentukan sukses tidaknya komunikasi yang kita lakukan. Jika kita berada dalam komunikasi tatap muka dengan komunikate/penerima pesan, maka kita dapat membaca bahasa tubuh dan memberikan pertanyaan untuk memastikan pemahaman. Jika kita berkomunikasi secara tertulis maka kita dapat mengetahui sukses tidaknya komunikasi melalui respon atau tanggapan yang kita peroleh dari komunikate/penerima pesan.
Dalam beberapa kasus, umpan balik memiliki peran yang tak ternilai dalam membantu kita sebagai komunikator untuk memperbaiki keterampilan komunikasi. Kita dapat belajar apa yang berjalan dengan baik dan apa yang tidak sehingga kita dapat berlaku secara efisien ketika kita melakukan komunikasi di lain waktu.
8. Konteks (Context)
Yang dimaksud dengan konteks dalam proses komunikasi adalah situasi dimana kita melakukan komunikasi. Konteks dapat berupa lingkungan dimana kita berada dan dimana komunikate/penerima pesan berada, budaya organisasi, dan berbagai unsur atau elemen seperti hubungan antara komunikator dan komunikate. Komunikasi yang kita lakukan dengan rekan kerja bisa jadi tidak sama jika dibandingkan dengan ketika kita berkomunikasi dengan atasan kita. Sebuah konteks dapat membantu menentukan gaya kita berkomunikasi.
9. Gangguan (Noise)
Dalam proses komunikasi, gangguan atau interferensi dalam proses encode atau decode dapat mengurangi kejelasan komunikasi. Gangguan dalam proses komunikasi dapat berupa gangguan fisik seperti suara yang sangat keras, atau perilaku yang tidak biasa. Gangguan dalam proses komunikasi juga dapat berupa gangguan mental, gangguan psikologis, atau gangguan semantik. Dalam proses komunikasi, gangguan dapat berupa segala sesuatu yang dapat mengganggu dalam proses penerimaan, penafsiran, atau penyediaan umpan balik tentang sebuah pesan.
10. Efek (Effect)

Yang dimaksud dengan efek dalam proses komunikasi adalah pengaruh atau dampak yang ditimbulkan komunikasi yang dapat berupa sikap atau tingkah laku komunikate/penerima pesan. Komunikasi dapat dikatakan berhasil apabila sikap serta tingkah laku komunikate/penerima pesan sesuai dengan apa yang diinginkan oleh komunikator. Namun, apabila efek yang diharapkan oleh komunikator dari komunikate/penerima pesan tidak sesuai maka dapat dikatakan komunikasi menemui kegagalan.
Sifat-sifat Komunikasi :
Komunikasi dibedakan berdasarkan sifatnya :
1. Komunikasi Tatap Muka (face to face communication)
Komunikasi tatap muka digunakan apabila kita ingin efek perubahan tingkah laku (behavior change) dari komunikan melalui komunikasi tatap muka kita bisa memperoleh umpan balik langsung (immediate feedback).
2. Komunikasi Bermedia (mediated communication)
Komunikasi bermedia digunakan untuk memengaruhi atau mengubah sikap dan opini publik. Kelemahan komunikasi bermedia ialah memiliki daya persuasif yang relatif rendah & efeknya tidak bisa langsung diterima. Kekuatannya ialah mampu menjangkau dalam jumlah besar dan wilayah yang luas.

Prinsip-prinsip komunikasi:

·                     Sekumpulan dari Isyarat
Dalam melakukan komunikasi, kita juga membawa dan melakukan serangkaian isyarat. Isyarat ini dapat berupa ucapan verbal, yaitu kata-kata yang keluar dari mulut; maupun non-verbal yang biasanya berupa isyarat tubuh. Kedua jenis isyarat ini merupakan paket yang tak terpisahkan, karena kita tidak dapat menyampaikan atau menerima pesan hanya dari salah satu isyarat saja.
·                     Proses Penyesuaian
Untuk dapat memahami pesan yang disampaikan, manusia melakukan penyesuaian makna terhadap isyarat yang digunakan. Makna dari pesan dapat terpahami jika masing-masing pihak, baik pengirim maupun penerima pesan, memiliki sistem isyarat yang sama. Dengan artian, kita akan kesulitan memahami makna dari pesan jika kita memiliki sistem isyarat yang berbeda dengan pemberi pesan.

·                     Melibatkan Transisi Simetris dan Komplementer
Transaksi simetris berarti si pemberi dan pennerima pesan berlaku layaknya cermin bagi satu sama lain. Sedangkan hubungan komplementer sebaliknya, dimana masing-masing pihak memilliki perilaku yang berbeda. Proses komunikasi bisa merupakan salah satu dari transisi ini, atau bahkan gabungan dari keduanya.
Di satu waktu, masing-masing pihak berlaku seperti cermin yang melakukan tindakan sama. Misalnya, pemberi pesan menyampaikan pesan dengan tersenyum, dan si penerima pesan refleks ikut tersenyum juga. Namun bisa juga setelahnya, keduanya melakukan tindakan yang berlainan ketika tidak ditemukan kesamaan pemahaman pesan.
·                     Mencakup Dimensi Isi dan Hubungan
Proses komunikasi melibatkan dimensi isi pesan dan hubungan antara pemberi serta penerima pesan. Misalnya, atasan berkata pada bawahannya seperti ini, “Periksa laporan bulan kemarin.” Sedangkan bawahan berkata kepada atasannya seperti ini, “Tolong diperiksa laporan bulan kemarin.” Kedua kalimat itu memiliki isi pesan yang sama, yaitu meminta pihak satunya untuk memeriksa laporan.
·                     Tak Dapat Terhindarkan
Bagaimanapun juga, kita tidak dapat menghindar dari komunikasi. Seperti yang telah diulas sebelumnya bahwa berbicara dengan diri sendiri pun termasuk komunikasi. Selain itu, meskipun kita diam tidak berbicara, raut wajah dan gestur tubuh kita menyampaikan pesan komunikasi pada orang lain. Misalnya raut wajah kita tidak enak, orang lain dapat menafsirkan pesan itu bahwa kita sedang marah atau badmood.
·                     Proses Transaksional
Komunikasi merupakan proses transaksional, dimana elemen-elemen di dalamnya saling berkaitan satu sama lain. Ketika ada orang yang menyampaikan pesan baik sengaja atau tidak, kita secara refleks bereaksi terhadap pesan itu. Meskipun reaksi itu hanya sekedar persepsi yang terbentuk di kepala kita, itu kemudian menjadi respon terhadap pesan dan orang yang memberikan pesan itu.
·                     Rangkaian Proses yang Berkelanjutan
Dalam berkomunikasi, kita tidak menyatakan : “Saya mulai, ya.” dan “Saya akhiri komunikasi saya.” Tidak ada batasan yang jelas mengenai awal dan akhir dari komunikasi. Komunikasi merupakan proses yang berjalan terus-menerus seperti lingkaran, tidak ada awal dan akhir. (Baca juga: Komunikasi Massa)
·                     Tidak Dapat Dibatalkan
Apapun yang kita komunikasikan, kita tidak dapat membatalkan atau menarik pesan yang disampaikan. Meski itu tidak sengaja, namun begitu kita menyampaikan pesan maka pesan itu akan sampai ke penerima pesan dan dicerna serta dipahami sesuai dengan persepsi dan pemahamannya pada makna pesan. Kita hanya dapat merevisi, atau mengoreksi pesan yang sekiranya kita anggap tidak tepat. Karenanya perlu berhati-hati dalam menyampaikan pesan karena pesan itu tidak dapat dihapus atau dibatalkan.
Karakteristik Komunikasi:
Komunikasi adalah suatu proses, Komunikasi merupakan serangkaian tindakan atau peristiwa yang terjadi secara berurutan Komunikasi adalah upaya yang disengaja dan punya tujuan  (dilakukan dalam keadaan sadar) Komunikasi menuntut adanya partisipasi dan kerjasama dari para pelaku yang terlibat. Aktifitas komunikasi akan berlangsung dengan baik, apabila pihak-pihak yang terlibat berkomunikasi. Komunikasi bersifat simbolis, Komunikasi pada dasarnyamerupakan tindakan yang dilakukan dengan menggunakan lambang-lambang. Komunikasi bersifat transaksional, Komunikasi pada dasarnya menuntut dua tindakan; memberi dan menerima. Komunikasi menembus faktor ruang dan waktu Komunikasi menembus faktor waktu dan ruang maksudnya bahwa para peserta atau pelaku yang terlibat dalam komunikasi tidak harus hadir pada waktu serta tempat yang sama.Saluran komunikasi adalah alat melalui mana sumber komunikasi menyampaikan pesan-pesan (messages) kepada penerima (receiver). Saluran ini dianggap sebagai penerus/penyampai pesan yang berasal dari sumber informasi kepada tujuan informasi.komunikasi dari mulut ke mulut yang terjadi dalam interaksi tatap muka antara beberapa pribadi disebut sebagai komunikasi antarpribadi. Dalam komunikasi antarpribadi, yang menjadi saluran maupun sumber komunikasi adalah pemrakarsa komunikasi. Saluran mass media adalah semua alat penyampai pesan-pesan yang melibatkan mekanisme untuk mencapai audience yang luas dan tak terbatas. Surat kabar, radio, film, dan televise merupakan alat yang memungkinkan sumber informasi menjangkau audience dalam jumlah yang besar dan tersebar luas. Karakteristik yang membedakan proses komunikasi antarpribadi dengan proses komunikasi massa dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Pilihan terhadap penggunaan saluran komunikasi banyak bergantung pada maksud dan tujuan komunikasi. Hasil penelitian membuktikan bahwa mass media akan berperan secara efektif dalam merubah pendapat (misalnya, menambah pengetahuan), sedangkan komunikasi antar pribadi umunya lebih efektif dalam merubah sikap. Pesan-pesan melalui mass media memang kurang kuat dalam merubah sikap, kecuali kalau pesan-pesan tersebut justru memperkuat nilai-nilai dan kepercayaan (belief) audience,
sedangkan pesan-pesan yang bertentangan akan disaring audience melalui tingkat selectivitas mereka. Mekanisme selectivitas senantiasa terjadi baik pada komunikasi antar pribadi maupun pada komunikasi massa, hanya pada komunikasi massa tampaknya mekanisme ini lebih berperan. Saluran komuikasi yang tepat akan dipilih berdasarkan tujuan dari sumber komunikasi serta pesan yang akan disampaikan pada audience. Seringkali melalui pemanfaatan pel-bagai jenis mass media dan penggabungannya dengan aluran komunikasi antara audience dalam jumlah besar dan mengharapkan suatu perubahan yang meluas.
Komunikasi tatap muka adalah suatu bentuk komunikasi yang mempertemukan secara tatap muka pihak komunikator dan komunikan. Pesan disampaikan secara langsung dari komunikator, dan secara langsung dapat langsung menerima umpan balik/feedback dari komunikan. Keuntungan menggunakan komunikasi interpersonal tatap muka adalah kita dapat melihat respon balik atau umpan balik komunikan saat melakukan proses interaksi. Jika umpan balik yang diberikan bersifat positif, maka kita pesan kita dapat diterima dengan baik oleh komunikasn. Sebaliknya bila respon bersifat negative, maka kita sebagai komunikator harus memperbaiki cara penyampaian pesan yang dimaksud. Kelemahan dari komunikasi tatap muka adalah ketidak efektifan waktu. Komunikator dan komunikan harus bertemu dalam melakukan proses komunikasi dan menghabiskan waktu bersama di sebuah tempat. Memang, sebenarnya komunikasi tatap muka dapat menjadi lebih efektif bila melakukan hal melobby yang biasa dilakukan oleh para pimpinan perusahaan dengan pimpinan perusahaan lainnya.
Komunikasi Interaktif adalah Komunikasi mengalami banyak perkembangan sejak zaman manusia purba. Perkembangan tersebut akhirnya sampai kepada masa era komunikasi modern seperti yang marak digunakan masyakarat, yakni komunikasi interaktif. Definisi komunikasi interaktif itu sendiri adalah penyampaian pesan dari sumber pesan tersebut kepada penerima pesan melalui media tertentu, serta penerima pesan mampu memberikan feed back secara langsung. Dengan feed back yang diberikan secara langsung, maka akan terjadi interaksi antara pemberi dan penerima pesan. Hal ini yang dilihat sebagai perkembangan komunikasi yang modern yaitu melakukan komunikasi tanpa tatap muka. Tentu saja komunikasi seperti ini didukung dengan perkembangan pesat media yang dipakai. Era komunikasi modern ini tentu telah mengalami berbagai perubahan. Komunikasi interaktif ini berawal dari penemuan-penemuan media untuk melakukan komunikasi. Dari komunikasi verbal dan nonverbal yang secara langsung diubah melalu media. Penemuan telegram menjadi titik awal interaksi tanpa tatap muka. Semakin lama muncul teknologi komunikasi yang modern seperti televisi, radio dan komputer. Televisi dan radio pada mulanya tidak dapat melakukan interaksiantara pemberi pesan dan penerima pesan. Komputer pada mulanya pun hanya dipergunakan untuk mempermudah pekerjaan manusia, bukan untukmelakukan interaksi. Teknologi pun semakin berkembang. Komputer pun memiliki fungsi untuk melakukan interaksi. Kemunculan internet menjadi titik awal kemajuan komputer yang mampu menjadi sarana interaksi manusia. Messenger seperti Yahoo Messenger, MSN, Skype dan lain-lain mulai bermunculan. Tak hanya dari perkembangan komputer, televisi dan radio pun mulai memiliki teknologi tersendiri untuk memfasilitasi interaksi manusia. SMS Interaktif contohnya. Dalam sebuah acara dialog interaktif, audiens dapat langsung memberikan respons terhadap topik yang sedang dibicarakan. Tidak hanya audiens, narasumber pun dapat berdialog dengan narasumber yang lain meskipun tidak saling tatap muka. Masih banyak contoh lain yang membuktikan bagaimana perkembangan komunikasi interaktif kian inovatif.
Konsep yang mendasari komunikasi interaktif sebenarnya adalah pengembangan dari konsep komunikasi massa. Komunikasi massa adalah proses dimana pemberi pesan menggunakkan media untuk menyampaikan pesan. Hal ini tentu sama dengan konsep dasar komunikasi interaktif. Namun terdapat perbedaan diantara keduanya. Komunikasi massa memiliki konsep dimana sumber pesan adalah lembaga seperti televisi dan radio, namun sumber pesan dalam komunikasi interaktif tidak selalu lembaga. Jika konteks komunikasi interaktif itu adalah komunikasi antar pribadi, sudah pasti sumber pesan adalah individu. Perbadaan yang paling terlihat adalah ada tidaknya umpan balik. Komunikasi massa pada mulanya tidak dapat melakukan interaksi. Televisi dan radio pada jaman dahulu hanya memberikan komunikasi satu arah. Seiring berjalannya perkembangan teknologi, komunikasi massa mulai memfasilitasi audiens untuk memberikan feed back meskipun masih terbatas. Sedangkan komunikasi interaktif tentu saja dapat melakukan interaksi jauh lebih leluasa melalui media. Sehingga bisa dilihat bagaimana konsep komunikasi interaktif adalah pengembangan dari komunikasi massa.
Komunikasi modern ini tentu saja memiliki peran dalam masyarakat. Komunikasi interaktif yang memiliki banyak kemudahan tentu saja memberikan banyak manfaat pula. Masyarakat tidak perlu menempuh jarak yang jauh hanya untuk melakukan interaksi. Teknlogi yang semakin berkembang pun semakin mempermudah pekerjaan manusia. Contohnya saja jika kita sebagai mahasiswa ingin mengerjakan tugas tanpa bertatap muka, kita dapat memakai teknologi messenger. Komunikasi interaktif pun memiliki peran sebagai sarana masyarakat untuk menanggapi apa yang sedang diberitakan dalam media massa. Televisi dan radio memberikan sarana seperti pesan singkat, telepon atau bahkan melalui jejaring sosial untuk audiens yang ingin memberikan respons. Mungkin dalam media cetak belum dapat melakukan umpan balik secara langsung, namun media cetak pun memfasilitasinya melalui kolom surat pembaca.Sebenarnya peran komunikasi interaktif benar-benar sangat menguntungkan masyarakat, namunsering kali komunikasi interaktif membawa efek negatif. Contoh, jika dalam pekerjaan. Segala sesuatu hal disampaikan lewat e-mail. Sehingga jarang terjadi pertemuan tatap muka yang mengakibatkan kurangnya komunikasi antar pribadi secara lebih dalam. Dengan begitu peluang untuk terjadinya salah persepsi dalam komunikasi rentan terjadi.  Terkadang makna yang ingin disampaikan dengan makna yang ditangkap terdapat perbedaan. Komunikasi secara langsung tentu lebih mempermudah menyamakan makna. Meskipun terdapat kelemahan, komunikasi interaktif tetap diminati dan semakin berkembang. Faktor lebih efisien dan efektif menjadi penyebabnya. Di Indonesia sendiri komunikasi interaktif memang sudah berkembang. Masyarakat sudah banyak menggunakkan teknologi yang mampu mengaplikasikan komunikasi interaktif. Membuat janji dengan seseorang melalui e-mail bukanlah hal yang jarang dilakukan. Dalam perusaahan, atasan sering kali memberikan pengumuman kepada bawahan lewat e-mail. Messenger pun dipakai oleh berbagai kalangan. Dari orang tua sampai anak muda sering menggunakkannya untuk berkomunikasi dengan orang yang jauh. Televisi pun sering menggunakkan teknologi seperti jejaring sosial untuk menjaring pendapat audiens. Dalam dialog interaktif pun sering menggunakkan media agar terbentuk sebuah komunikasi dua arah.
jelaskan beberapa fungsi komunikasi:
§ Fungsi Komunikasi Sebagai Informasi
Komunikasi di harapkan dapat memberikan imformasi yang dibutuhkan oleh seorang individu atau kelompok tertentu.
Informasi yang didapatkan guna menjadi dasar atau landasan dalam mengambil, meneruskan keputusan berdasarkan data yang di peroleh
§ Fungsi komunikasi Sebagai Pengendali
Fungsi sebagai kendali artinya informasi yang di peroleh dalam kegiatan komunikasi berguna dalam mengendalikan dan mengatur sifat dan tingkah laku seseorang baik ketika dia sendiri atau dalam kehidupan berkelompok.

§ Fungsi Komunikasi Sebagai motivasi
Pernah tidak ketika kita mendengar atau menyaksikan keberhasilan seseorang, kemudian kita ingin mencapai keberhasilan tersebut.
Dalam hal itulah komunikasi bisa berfungsi sebagai motivasi. Namun dalam kenyataanya motivasi yang di timbulkan bisa kearah posistif atau negatif. Tergantung dari informasi yang dihasilkan dari proses komunikasi yang terjadi.
Tujuan komunikasi:
Berikut beberapa tujuan komunikasi, mengapa komunikasi harus di pelajari karena untuk mencapai tujuan tujuan tertentu.
Komunikasi bertujuan agar informasi atau pesan yang disampaikan oleh komunikator sebagai pengirim pesan bisa di pahami oleh receifer1.                     sebagai komunikan. Maka dari itu komunikator harus bisa menyampaikan dengan jelas dan detail tentang informasi yang disampaikan
2.                     Komunikasi mempunyai tujuan agar pesan bisa memberikan pemahaman kepada orang lain. Dengan seseorang menyampaikan informasi sebagai isi komunikasi, di harapkan individu lain bisa paham dengan pesan yang disampaikan.
3.                     Komunikasi bertujuan agar pendapat seseorang dapat di terima oleh individu lain atau khalayak umum. Di terimanya informasi yang disampaikan harus melalui pendekatan husus, salahsatunya pendekatan persuasif.
4.                     Komunikasi bertujuan menggerakan individu atau masa dengan pesan yang terkandung dalam komunikasi tersebut
Pengeretian komunikasi yang etfektif:
Menyelesaikan masalah lebih cepat
Ketika didapati sebuah masalah maka biasanya selalu ada diskusi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Apabila orang-orang yang terlibat tidak dapat saling berkomunikasi secara efektif, maka akan lebih susah untuk mengerti maksud dari pembicaraan. Dampaknya adalah lebih sulit untuk mencari akar permasalahan yang akhirnya membutuhkan waktu lebih lama untuk menemukan solusinya.

Meningkatkan produktivitas
Semakin besar perusahaan maka semakin kompleks pula struktur organisasinya dan cara komunikasi antar karyawan. Contoh dalam perusahaan teknologi apabila komunikasi antara project manager dengan anggota tim teknis yang lain tidak efektif, bayangkan saja berapa lama waktu tidak produktif yang harus dihabiskan hanya untuk membuat para teknisi mengerti apa yang dimaksud oleh project manager. Jadi semakin efektif komunikasinya maka semakin cepat orang lain mengerti apa yang dibicarakan sehingga eksekusi pun lebih cepat.

Hubungan kerjasama yang lebih baik
Suatu bisnis akan berkembang lebih cepat apabila terjalin kerjasama dengan pihak lain. Contoh katakanlah ada usaha toko roti yang ingin meningkatkan jumlah produksi per harinya. Pastinya untuk memenuhi kebutuhan bahan baku roti tersebut apabila hanya membeli eceran seperti biasa pasti biaya yang dikeluarkan akan semakin mahal. Berbeda halnya apabila melakukan kerjasama dengan pemasok yang akhirnya mendapatkan harga spesial yang pastinya akan lebih menghemat pengeluaran.
Meningkatkan kesan profesional
Ketika kita berkomunikasi dengan orang lain secara efektif, maka orang tersebut akan nyaman selama berbicara dengan kita. Hal ini juga akan menimbulkan kesan bahwa kita orang yang profesional karena orang yang diajak bicara dapat mengerti maksud pembicaraan dengan mudah.
              
Referensi :
pakarkomunikasi. com
kompasiana. com
aldotriasmoro. com
kimsunda. com
  

4 komentar:

MK KOMUNIKASI PROFESIONAL DAN INFORMASI (TUGAS SOAL MODUL 1)

NAMA : WA ODE RAHMAWATI NIM : C1F119054 MATKUL : KOMUNIKASI PROFESIONAL INFORMASI           PEMBELAJARAN LATIHAN 1 Untuk memperdalam pemaham...