Definisi pengertian komunikasi menurut para ahli
1. Everett M. Rogers
Beliau mengemukakan
pendapatnya yaitu Komunikasi adalah suatu proses dimana suatu ide
dialihkan dari sumber kepada suatu penerimaan atau lebih dengan maksud untuk
mengubah tingkah laku mereka.
2. Rogers & O. Lawrence Kincaid
“Komunikasi merupakan
suatu interaksi dimana terdapat dua orang atau lebih yang sedang membangun atau
melakukan pertukaran informasi dengan satu sama lain yang pada akhirnya akan
tiba dimana mereka saling memahami dan mengerti”.
3. Theodore M.
Newcomb
Setiap bentuk
komunikasi dipandang sebagai suatu transmisi informasi, yang terdiri dari
rangsangan yang diskriminatif, dari sumber untuk penerima.
4. Murphy & Mendelson
Menurutnya Komunikasi
merupakan suatu komunikaso untuk membangun & mempertahankan hubungan
interpersonal.
5. Gerald R. Miller
Menurutnya Komunikasi
terjadi saat satu sumber menyampaikan pesan kepada penerima dengan niat sadar
untuk mempengaruhi perilaku mereka.
6. Raymond Ross
Menurutnya Komunikasi
adalah proses menyortir, memilih, dan pengiriman simbol-simbol sedemikian rupa
agar membantu penerima pesan membangkitkan respons/makna dari pemikiran yang
serupa dengan yang dimaksudkan oleh komunikator.
7. William Albig
Menurutnya Komunikasi
adalah proses pengoperan lambang yg berarti diantara individu-individu.
< Kompone-kompone
komunikasi
1.Komunikator
/Sumber/Pengirim Pesan (Communicator/Source/Sender)
Dalam proses komunikasi,
yang menjadi sumber komunikasi adalah sender atau pengirim
pesan. Komunikator adalah seseorang yang mengirimkan pesan. Terdapat beberapa
faktor dalam diri komunikator yang menentukan efektivitas komunikasi yaitu
sikap komunikator dan pemilihan berbagai simbol yang penuh makna. Yang
dimaksud dengan sikap
komunikator adalah bahwa komunikator harus memiliki sikap yang positif.
2. Pesan (Message)
Yang dimaksud dengan
pesan adalah informasi yang akan kita kirimkan kepada komunikate/penerima
pesan/khalayak sasaran. Pesan yang kita kirimkan dapat berupa pesan-pesan
verbal maupun pesan nonverbal. Agar pesan menjadi efektif, maka komunikator
harus memahami sifat dan profil komunikate/penerima pesan/khalayak sasaran,
kebutuhan khalayak sasaran, serta harapan dan kemungkinan respon yang diberikan
oleh komunikate/penerima pesan/khalayak sasaran terhadap pesan yang dikirimkan.
3. Encoding
Encoding adalah proses mengambil pesan dan mengirim
pesan ke dalam sebuah bentuk yang dapat dibagi dengan pihak lain. Informasi
yang akan disampaikan harus dapat di-encode atau dipersiapkan
dengan baik. Sebuah pesan harus dapat dikirimkan dalam bentuk dimana komunikate/penerima
pesan/khalayak sasaran mampu melakukan decode atau pesan tidak
akan dapat dikirimkan.
Untuk dapat melakukan encode sebuah
pesan, maka kita sebagai komunikator harus memikirkan apa yang
komunikate/penerima pesan/khalayak sasaran butuhkan agar dapat memahami atau
melakukan decode sebuah pesan. Kita harus menggunakan bahasa
yang dapat dengan mudah dimengerti dan konteks yang dikenal baik oleh
komunikate/penerima pesan/khalayak sasaran. Orang yang melakukan encode disebut
dengan encoder.
4. Media atau Saluran
Komunikasi (Channel)
Media atau saluran
komunikasi adalah media atau berbagai media yang kita gunakan untuk mengirimkan
pesan. Jenis pesan yang kita miliki dapat membantu kita untuk menentukan media
atau saluran komunikasi yang akan kita gunakan. Yang termasuk ke dalam media
atau saluran komunikasi adalah kata-kata yang diucapkan, kata-kata yang
tercetak, media elektronik, atau petunjuk nonverbal.
5. Decoding
Decoding terjadi ketika komunikate/penerima
pesan/khalayak sasaran menerima pesan yang telah dikirimkan. Dibutuhkan
keterampilan komunikasi untuk melakukan decode sebuah pesan
dengan baik, kemampuan membaca secara menyeluruh, mendengarkan secara aktif,
atau menanyakan atau mengkonfirmasi ketika dibutuhkan.
Jika sebagai komunikator
kita menemui orang yang mengalami kesulitan atau kelemahan dalam keterampilan
komunikasi, maka kita perlu untuk mengirim ulang pesan dengan cara berbeda.
Atau, kita dapat membantu komunikate/penerima pesan/khalayak sasaran untuk
memahami pesan dengan cara memberikan
informasi tambahan yang
bersifat menjelaskan atau mengklarifikasi. Orang yang menerima pesan disebut
dengan decoder.
6. Komunikate/Penerima
pesan (Communicatee/Receiver)
Komunikasi tidak akan
terjadi tanpa kehadiran komunikate/penerima pesan. Ketika komunikate/penerima
pesan menerima sebuah pesan, maka ia akan menafsirkan pesan, dan memberikan
makna terhadap pesan yang diterima. Komunikasi dapat dikatakan berhasil manakala
komunikate/penerima pesan/ menerima pesan sesuai dengan apa yang diinginkan
oleh komunikator.
7. Umpan Balik (Feedback)
Apapun media atau
saluran komunikasi yang digunakan untuk mengirimkan pesan, kita dapat
menggunakan umpan balik untuk membantu kita menentukan sukses tidaknya
komunikasi yang kita lakukan. Jika kita berada dalam komunikasi tatap muka
dengan komunikate/penerima pesan, maka kita dapat membaca bahasa tubuh dan
memberikan pertanyaan untuk memastikan pemahaman. Jika kita berkomunikasi
secara tertulis maka kita dapat mengetahui sukses tidaknya komunikasi melalui
respon atau tanggapan yang kita peroleh dari komunikate/penerima pesan.
Dalam beberapa kasus,
umpan balik memiliki peran yang tak ternilai dalam membantu kita sebagai
komunikator untuk memperbaiki keterampilan komunikasi. Kita dapat belajar apa
yang berjalan dengan baik dan apa yang tidak sehingga kita dapat berlaku secara
efisien ketika kita melakukan komunikasi di lain waktu.
8. Konteks (Context)
Yang dimaksud dengan
konteks dalam proses komunikasi adalah situasi dimana kita melakukan
komunikasi. Konteks dapat berupa lingkungan dimana kita berada dan dimana
komunikate/penerima pesan berada, budaya organisasi, dan berbagai unsur atau
elemen seperti hubungan antara komunikator dan komunikate. Komunikasi yang kita
lakukan dengan rekan kerja bisa jadi tidak sama jika dibandingkan dengan ketika
kita berkomunikasi dengan atasan kita. Sebuah konteks dapat membantu menentukan
gaya kita berkomunikasi.
9. Gangguan (Noise)
Dalam proses komunikasi,
gangguan atau interferensi dalam proses encode atau decode dapat
mengurangi kejelasan komunikasi. Gangguan dalam proses komunikasi dapat berupa
gangguan fisik seperti suara yang sangat keras, atau perilaku yang tidak biasa.
Gangguan dalam proses komunikasi juga dapat berupa gangguan mental, gangguan
psikologis, atau gangguan semantik. Dalam proses komunikasi, gangguan dapat
berupa segala sesuatu yang dapat mengganggu dalam proses penerimaan,
penafsiran, atau penyediaan umpan balik tentang sebuah pesan.
10. Efek (Effect)
Yang dimaksud dengan
efek dalam proses komunikasi adalah pengaruh atau dampak yang ditimbulkan
komunikasi yang dapat berupa sikap atau tingkah laku komunikate/penerima pesan.
Komunikasi dapat dikatakan berhasil apabila sikap serta tingkah laku
komunikate/penerima pesan sesuai dengan apa yang diinginkan oleh komunikator.
Namun, apabila efek yang diharapkan oleh komunikator dari komunikate/penerima
pesan tidak sesuai maka dapat dikatakan komunikasi menemui kegagalan.
Sifat-sifat Komunikasi :
Komunikasi dibedakan
berdasarkan sifatnya :
1. Komunikasi Tatap
Muka (face to face communication)
Komunikasi tatap muka
digunakan apabila kita ingin efek perubahan tingkah laku (behavior
change) dari komunikan melalui komunikasi tatap muka kita bisa
memperoleh umpan balik langsung (immediate feedback).
2. Komunikasi
Bermedia (mediated communication)
Komunikasi bermedia
digunakan untuk memengaruhi atau mengubah sikap dan opini publik. Kelemahan
komunikasi bermedia ialah memiliki daya persuasif yang relatif rendah &
efeknya tidak bisa langsung diterima. Kekuatannya ialah mampu menjangkau dalam
jumlah besar dan wilayah yang luas.
Prinsip-prinsip
komunikasi:
·
Sekumpulan
dari Isyarat
Dalam melakukan
komunikasi, kita juga membawa dan melakukan serangkaian isyarat. Isyarat ini
dapat berupa ucapan verbal, yaitu kata-kata yang keluar dari mulut; maupun
non-verbal yang biasanya berupa isyarat tubuh. Kedua jenis isyarat ini
merupakan paket yang tak terpisahkan, karena kita tidak dapat menyampaikan atau
menerima pesan hanya dari salah satu isyarat saja.
·
Proses
Penyesuaian
Untuk dapat memahami
pesan yang disampaikan, manusia melakukan penyesuaian makna terhadap isyarat
yang digunakan. Makna dari pesan dapat terpahami jika masing-masing pihak, baik
pengirim maupun penerima pesan, memiliki sistem isyarat yang sama. Dengan
artian, kita akan kesulitan memahami makna dari pesan jika kita memiliki sistem
isyarat yang berbeda dengan pemberi pesan.
·
Melibatkan
Transisi Simetris dan Komplementer
Transaksi simetris
berarti si pemberi dan pennerima pesan berlaku layaknya cermin bagi satu sama
lain. Sedangkan hubungan komplementer sebaliknya, dimana masing-masing pihak
memilliki perilaku yang berbeda. Proses komunikasi bisa merupakan salah satu
dari transisi ini, atau bahkan gabungan dari keduanya.
Di satu waktu,
masing-masing pihak berlaku seperti cermin yang melakukan tindakan sama.
Misalnya, pemberi pesan menyampaikan pesan dengan tersenyum, dan si penerima
pesan refleks ikut tersenyum juga. Namun bisa juga setelahnya, keduanya
melakukan tindakan yang berlainan ketika tidak ditemukan kesamaan pemahaman
pesan.
·
Mencakup
Dimensi Isi dan Hubungan
Proses komunikasi
melibatkan dimensi isi pesan dan hubungan antara pemberi serta penerima pesan.
Misalnya, atasan berkata pada bawahannya seperti ini, “Periksa laporan bulan
kemarin.” Sedangkan bawahan berkata kepada atasannya seperti ini, “Tolong
diperiksa laporan bulan kemarin.” Kedua kalimat itu memiliki isi pesan yang
sama, yaitu meminta pihak satunya untuk memeriksa laporan.
·
Tak
Dapat Terhindarkan
Bagaimanapun juga, kita
tidak dapat menghindar dari komunikasi. Seperti yang telah diulas sebelumnya
bahwa berbicara dengan diri sendiri pun termasuk komunikasi. Selain itu,
meskipun kita diam tidak berbicara, raut wajah dan gestur tubuh kita
menyampaikan pesan komunikasi pada orang lain. Misalnya raut wajah kita tidak
enak, orang lain dapat menafsirkan pesan itu bahwa kita sedang marah atau badmood.
·
Proses
Transaksional
Komunikasi merupakan
proses transaksional, dimana elemen-elemen di dalamnya saling berkaitan satu
sama lain. Ketika ada orang yang menyampaikan pesan baik sengaja atau tidak,
kita secara refleks bereaksi terhadap pesan itu. Meskipun reaksi itu hanya
sekedar persepsi yang terbentuk di kepala kita, itu kemudian menjadi respon
terhadap pesan dan orang yang memberikan pesan itu.
·
Rangkaian
Proses yang Berkelanjutan
Dalam berkomunikasi,
kita tidak menyatakan : “Saya mulai, ya.” dan “Saya akhiri komunikasi saya.”
Tidak ada batasan yang jelas mengenai awal dan akhir dari komunikasi.
Komunikasi merupakan proses yang berjalan terus-menerus seperti lingkaran,
tidak ada awal dan akhir. (Baca juga: Komunikasi Massa)
·
Tidak
Dapat Dibatalkan
Apapun yang kita
komunikasikan, kita tidak dapat membatalkan atau menarik pesan yang
disampaikan. Meski itu tidak sengaja, namun begitu kita menyampaikan pesan maka
pesan itu akan sampai ke penerima pesan dan dicerna serta dipahami sesuai
dengan persepsi dan pemahamannya pada makna pesan. Kita hanya dapat merevisi,
atau mengoreksi pesan yang sekiranya kita anggap tidak tepat. Karenanya perlu
berhati-hati dalam menyampaikan pesan karena pesan itu tidak dapat dihapus atau
dibatalkan.
Karakteristik
Komunikasi:
Komunikasi adalah suatu proses, Komunikasi merupakan serangkaian tindakan
atau peristiwa yang terjadi secara berurutan Komunikasi adalah upaya yang
disengaja dan punya tujuan (dilakukan dalam keadaan sadar) Komunikasi
menuntut adanya partisipasi dan kerjasama dari para pelaku yang terlibat.
Aktifitas komunikasi akan berlangsung dengan baik, apabila pihak-pihak yang
terlibat berkomunikasi. Komunikasi bersifat simbolis, Komunikasi pada
dasarnyamerupakan tindakan yang dilakukan dengan menggunakan lambang-lambang.
Komunikasi bersifat transaksional, Komunikasi pada dasarnya menuntut dua
tindakan; memberi dan menerima. Komunikasi menembus faktor ruang dan waktu
Komunikasi menembus faktor waktu dan ruang maksudnya bahwa para peserta atau
pelaku yang terlibat dalam komunikasi tidak harus hadir pada waktu serta tempat
yang sama.Saluran komunikasi adalah alat melalui mana sumber komunikasi
menyampaikan pesan-pesan (messages) kepada penerima (receiver). Saluran ini
dianggap sebagai penerus/penyampai pesan yang berasal dari sumber informasi
kepada tujuan informasi.komunikasi dari mulut ke mulut yang terjadi dalam
interaksi tatap muka antara beberapa pribadi disebut sebagai komunikasi
antarpribadi. Dalam komunikasi antarpribadi, yang menjadi saluran maupun sumber
komunikasi adalah pemrakarsa komunikasi. Saluran mass media adalah semua alat
penyampai pesan-pesan yang melibatkan mekanisme untuk mencapai audience yang
luas dan tak terbatas. Surat kabar, radio, film, dan televise merupakan alat
yang memungkinkan sumber informasi menjangkau audience dalam jumlah yang besar dan tersebar luas.
Karakteristik yang membedakan proses komunikasi antarpribadi dengan proses
komunikasi massa dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Pilihan terhadap
penggunaan saluran komunikasi banyak bergantung pada maksud dan tujuan
komunikasi. Hasil penelitian membuktikan bahwa mass media akan berperan secara
efektif dalam merubah pendapat (misalnya, menambah pengetahuan), sedangkan
komunikasi antar pribadi umunya lebih efektif dalam merubah sikap. Pesan-pesan
melalui mass media memang kurang kuat dalam merubah sikap, kecuali kalau
pesan-pesan tersebut justru memperkuat nilai-nilai dan kepercayaan (belief)
audience,
sedangkan pesan-pesan yang bertentangan akan disaring audience melalui
tingkat selectivitas mereka. Mekanisme selectivitas senantiasa terjadi baik
pada komunikasi antar pribadi maupun pada komunikasi massa, hanya pada
komunikasi massa tampaknya mekanisme ini lebih berperan. Saluran komuikasi yang
tepat akan dipilih berdasarkan tujuan dari sumber komunikasi serta pesan yang
akan disampaikan pada audience. Seringkali melalui pemanfaatan pel-bagai jenis
mass media dan penggabungannya dengan aluran komunikasi antara audience dalam
jumlah besar dan mengharapkan suatu perubahan yang meluas.
Komunikasi tatap muka
adalah suatu bentuk komunikasi yang mempertemukan secara tatap muka pihak
komunikator dan komunikan. Pesan disampaikan secara langsung dari komunikator,
dan secara langsung dapat langsung menerima umpan balik/feedback dari
komunikan. Keuntungan menggunakan komunikasi interpersonal tatap muka adalah
kita dapat melihat respon balik atau umpan balik komunikan saat melakukan
proses interaksi. Jika umpan balik yang diberikan bersifat positif, maka kita
pesan kita dapat diterima dengan baik oleh komunikasn. Sebaliknya bila respon
bersifat negative, maka kita sebagai komunikator harus memperbaiki cara
penyampaian pesan yang dimaksud. Kelemahan dari komunikasi tatap muka adalah
ketidak efektifan waktu. Komunikator dan komunikan harus bertemu dalam melakukan
proses komunikasi dan menghabiskan waktu bersama di sebuah tempat. Memang,
sebenarnya komunikasi tatap muka dapat menjadi lebih efektif bila melakukan hal
melobby yang biasa dilakukan oleh para pimpinan perusahaan dengan pimpinan
perusahaan lainnya.
Komunikasi Interaktif
adalah Komunikasi mengalami banyak perkembangan sejak zaman manusia purba.
Perkembangan tersebut akhirnya sampai kepada masa era komunikasi modern seperti
yang marak digunakan masyakarat, yakni komunikasi interaktif. Definisi komunikasi
interaktif itu sendiri adalah penyampaian pesan dari sumber pesan tersebut
kepada penerima pesan melalui media tertentu, serta penerima pesan mampu
memberikan feed back secara langsung. Dengan feed back yang diberikan secara
langsung, maka akan terjadi interaksi antara pemberi dan penerima pesan. Hal
ini yang dilihat sebagai perkembangan komunikasi yang modern yaitu melakukan
komunikasi tanpa tatap muka. Tentu saja komunikasi seperti ini didukung dengan
perkembangan pesat media yang dipakai. Era komunikasi modern ini tentu telah
mengalami berbagai perubahan. Komunikasi interaktif ini berawal dari
penemuan-penemuan media untuk melakukan komunikasi. Dari komunikasi verbal dan
nonverbal yang secara langsung diubah melalu media. Penemuan telegram menjadi
titik awal interaksi tanpa tatap muka. Semakin lama muncul teknologi komunikasi
yang modern seperti televisi, radio dan komputer. Televisi dan radio pada
mulanya tidak dapat melakukan interaksiantara pemberi pesan dan penerima pesan.
Komputer pada mulanya pun hanya dipergunakan untuk mempermudah pekerjaan
manusia, bukan untukmelakukan interaksi.
Teknologi pun semakin berkembang. Komputer pun memiliki fungsi untuk melakukan
interaksi. Kemunculan internet menjadi titik awal kemajuan komputer yang mampu
menjadi sarana interaksi manusia. Messenger seperti Yahoo Messenger, MSN, Skype
dan lain-lain mulai bermunculan. Tak hanya dari perkembangan komputer, televisi
dan radio pun mulai memiliki teknologi tersendiri untuk memfasilitasi interaksi
manusia. SMS Interaktif contohnya. Dalam sebuah acara dialog interaktif,
audiens dapat langsung memberikan respons terhadap topik yang sedang
dibicarakan. Tidak hanya audiens, narasumber pun dapat berdialog dengan
narasumber yang lain meskipun tidak saling tatap muka. Masih banyak contoh lain
yang membuktikan bagaimana perkembangan komunikasi interaktif kian inovatif.
Konsep yang mendasari
komunikasi interaktif sebenarnya adalah pengembangan dari konsep komunikasi
massa. Komunikasi massa adalah proses dimana pemberi pesan menggunakkan media
untuk menyampaikan pesan. Hal ini tentu sama dengan konsep dasar komunikasi
interaktif. Namun terdapat perbedaan diantara keduanya. Komunikasi massa
memiliki konsep dimana sumber pesan adalah lembaga seperti televisi dan radio,
namun sumber pesan dalam komunikasi interaktif tidak selalu lembaga. Jika
konteks komunikasi interaktif itu adalah komunikasi antar pribadi, sudah pasti
sumber pesan adalah individu. Perbadaan yang paling terlihat adalah ada
tidaknya umpan balik. Komunikasi massa pada mulanya tidak dapat melakukan
interaksi. Televisi dan radio pada jaman dahulu hanya memberikan komunikasi
satu arah. Seiring berjalannya perkembangan teknologi, komunikasi massa mulai
memfasilitasi audiens untuk memberikan feed back meskipun masih terbatas. Sedangkan
komunikasi interaktif tentu saja dapat melakukan interaksi jauh lebih leluasa
melalui media. Sehingga bisa dilihat bagaimana konsep komunikasi interaktif
adalah pengembangan dari komunikasi massa.
Komunikasi modern ini tentu
saja memiliki peran dalam masyarakat. Komunikasi interaktif yang memiliki
banyak kemudahan tentu saja memberikan banyak manfaat pula. Masyarakat tidak
perlu menempuh jarak yang jauh hanya untuk melakukan interaksi. Teknlogi yang
semakin berkembang pun semakin mempermudah pekerjaan manusia. Contohnya saja
jika kita sebagai mahasiswa ingin mengerjakan tugas tanpa bertatap muka, kita
dapat memakai teknologi messenger. Komunikasi interaktif pun memiliki peran
sebagai sarana masyarakat untuk menanggapi apa yang sedang diberitakan dalam
media massa. Televisi dan radio memberikan sarana seperti pesan singkat,
telepon atau bahkan melalui jejaring sosial untuk audiens yang ingin memberikan
respons. Mungkin dalam media cetak belum dapat melakukan umpan balik secara
langsung, namun media cetak pun memfasilitasinya melalui kolom surat
pembaca.Sebenarnya peran komunikasi interaktif benar-benar sangat menguntungkan
masyarakat, namunsering kali komunikasi
interaktif membawa efek negatif. Contoh, jika dalam pekerjaan. Segala sesuatu
hal disampaikan lewat e-mail. Sehingga jarang terjadi pertemuan tatap muka yang
mengakibatkan kurangnya komunikasi antar pribadi secara lebih dalam. Dengan
begitu peluang untuk terjadinya salah persepsi dalam komunikasi rentan
terjadi. Terkadang makna yang ingin disampaikan dengan makna yang
ditangkap terdapat perbedaan. Komunikasi secara langsung tentu lebih
mempermudah menyamakan makna. Meskipun terdapat kelemahan, komunikasi
interaktif tetap diminati dan semakin berkembang. Faktor lebih efisien dan
efektif menjadi penyebabnya. Di Indonesia sendiri komunikasi interaktif memang
sudah berkembang. Masyarakat sudah banyak menggunakkan teknologi yang mampu
mengaplikasikan komunikasi interaktif. Membuat janji dengan seseorang melalui
e-mail bukanlah hal yang jarang dilakukan. Dalam perusaahan, atasan sering kali
memberikan pengumuman kepada bawahan lewat e-mail. Messenger pun dipakai oleh
berbagai kalangan. Dari orang tua sampai anak muda sering menggunakkannya untuk
berkomunikasi dengan orang yang jauh. Televisi pun sering menggunakkan
teknologi seperti jejaring sosial untuk menjaring pendapat audiens. Dalam
dialog interaktif pun sering menggunakkan media agar terbentuk sebuah
komunikasi dua arah.
jelaskan beberapa
fungsi komunikasi:
§ Fungsi Komunikasi Sebagai Informasi
Komunikasi di harapkan dapat memberikan imformasi yang
dibutuhkan oleh seorang individu atau kelompok tertentu.
Informasi yang didapatkan guna menjadi dasar atau landasan dalam
mengambil, meneruskan keputusan berdasarkan data yang di peroleh
§ Fungsi komunikasi Sebagai Pengendali
Fungsi sebagai kendali artinya informasi yang di peroleh dalam
kegiatan komunikasi berguna dalam mengendalikan dan mengatur sifat dan tingkah
laku seseorang baik ketika dia sendiri atau dalam kehidupan berkelompok.
§ Fungsi Komunikasi Sebagai motivasi
Pernah tidak ketika kita mendengar atau menyaksikan keberhasilan
seseorang, kemudian kita ingin mencapai keberhasilan tersebut.
Dalam hal itulah komunikasi bisa berfungsi sebagai motivasi.
Namun dalam kenyataanya motivasi yang di timbulkan bisa kearah posistif atau
negatif. Tergantung dari informasi yang dihasilkan dari proses komunikasi yang
terjadi.
Tujuan komunikasi:
Berikut beberapa tujuan komunikasi, mengapa komunikasi harus di
pelajari karena untuk mencapai tujuan tujuan tertentu.
Komunikasi bertujuan agar
informasi atau pesan yang disampaikan oleh komunikator sebagai pengirim pesan
bisa di pahami oleh receifer1.
sebagai komunikan.
Maka dari itu komunikator harus bisa menyampaikan dengan jelas dan detail
tentang informasi yang disampaikan
2.
Komunikasi mempunyai
tujuan agar pesan bisa memberikan pemahaman kepada orang lain. Dengan seseorang
menyampaikan informasi sebagai isi komunikasi, di harapkan individu lain bisa
paham dengan pesan yang disampaikan.
3.
Komunikasi bertujuan
agar pendapat seseorang dapat di terima oleh individu lain atau khalayak umum.
Di terimanya informasi yang disampaikan harus melalui pendekatan husus,
salahsatunya pendekatan persuasif.
4.
Komunikasi bertujuan
menggerakan individu atau masa dengan pesan yang terkandung dalam komunikasi
tersebut
Pengeretian komunikasi yang etfektif:
Menyelesaikan masalah lebih cepat
Ketika didapati sebuah masalah maka biasanya selalu ada diskusi
untuk menyelesaikan masalah tersebut. Apabila orang-orang yang terlibat tidak
dapat saling berkomunikasi secara efektif, maka akan lebih susah untuk mengerti
maksud dari pembicaraan. Dampaknya adalah lebih sulit untuk mencari akar
permasalahan yang akhirnya membutuhkan waktu lebih lama untuk menemukan
solusinya.
Meningkatkan produktivitas
Semakin besar perusahaan maka semakin kompleks pula struktur
organisasinya dan cara komunikasi antar karyawan. Contoh dalam perusahaan
teknologi apabila komunikasi antara project manager dengan anggota tim teknis
yang lain tidak efektif, bayangkan saja berapa lama waktu tidak produktif yang
harus dihabiskan hanya untuk membuat para teknisi mengerti apa yang dimaksud
oleh project manager. Jadi semakin efektif komunikasinya maka semakin cepat
orang lain mengerti apa yang dibicarakan sehingga eksekusi pun lebih cepat.
Hubungan kerjasama yang lebih baik
Suatu bisnis akan berkembang lebih cepat apabila terjalin
kerjasama dengan pihak lain. Contoh katakanlah ada usaha toko roti yang ingin meningkatkan
jumlah produksi per harinya. Pastinya untuk memenuhi kebutuhan bahan baku roti
tersebut apabila hanya membeli eceran seperti biasa pasti biaya yang
dikeluarkan akan semakin mahal. Berbeda halnya apabila melakukan kerjasama
dengan pemasok yang akhirnya mendapatkan harga spesial yang pastinya akan lebih
menghemat pengeluaran.
Meningkatkan kesan profesional
Ketika kita berkomunikasi dengan orang lain secara efektif, maka
orang tersebut akan nyaman selama berbicara dengan kita. Hal ini juga akan
menimbulkan kesan bahwa kita orang yang profesional karena orang yang diajak
bicara dapat mengerti maksud pembicaraan dengan mudah.
Referensi :
pakarkomunikasi. com
kompasiana. com
aldotriasmoro. com
kimsunda. com
Mksh penjelasan tentang definis komunikasi menurut bparah ahli
BalasHapusMksh penjelasan tentang definis komunikasi menurut bparah ahli
BalasHapusIya sma2 semogah bermanfaat yah
BalasHapusIya sma2 semogah bermanfaat yah
BalasHapus